KETIK, MALANG – Pemerintah Kota Malang telah menyiapkan lahan 5,4 hektare di Arjowinangun untuk didirikan Sekolah Rakyat. Terkini, Kota Malang masih menantikan giliran agar dapat segera merealisasikan bangunan permanen.
Kota Malang telah memiliki dua Sekolah Rakyat untuk jenjang SMP dan SMA. SRMP 16 Kota Malang bertempat di Kampus Poltekom Tlogowaru, sedangkan SRMA 22 Kota Malang di Jalan Kawi Nomor 41.
Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito menjelaskan Kota Malang belum masuk dalam pembangunan di batch pertama.
"Kota Malang mengajukan lahan di Arjowinangun seluas 5,4 hektare. Kita ini kan sekarang belum tahu masuk batch ke berapa. Sekarang ini batch yang pertama 93 kota/kabupaten yang dibangun," ujarnya, Senin, 29 Juni 2026.
Donny menjelaskan Kota Malang seharusnya masuk dalam batch I pembangunan Sekolah Rakyat. Namun, terhambat oleh status lahan di Buring, sehingga lokasi Sekolah Rakyat harus dialihkan ke Arjawinangun.
Baca Juga:
Momentum Libur Sekolah, Tingkat Hunian Hotel di Malang Tembus 100 Persen saat Akhir Pekan"Harusnya kan kita ikut yang pertama, karena kemarin itu kita pindah dari Buring ke Arjowinangun, sehingga masih ter-pending. Harapannya tahun ini untuk yang di Arjowinangun itu sudah bisa terbangun," lanjutnya.
Ia menambahkan lahan di Arjowinangun merupakan aset milik Pemkot Malang dan tidak memerlukan upaya pembebasan lahan.
Namun, untuk sementara Kota Malang hanya akan menyiapkan jenjang SMP dan SMA. Donny mengakui terdapat kendala dalam menjaring calon siswa untuk jenjang SD.
"Kalau yang di Arjowinangun itu kita masih belum tahu. Cuman ya satu kesatuan nanti kan. Kalau rencananya SMP, SMA juga di situ semua. Misalnya ada yang SD, di situ. Cuma kan dari pengalaman, SD kita kesulitan mencari," pungkasnya. (*)