Shibuya-kei Bangkit Lagi! Genre Pop Chic ala Tokyo yang Sedang Naik Daun di Era Streaming

Jurnalis: Athaya Khaisyah Azira
Editor: Fisca Tanjung

16 Nov 2025 04:00

Thumbnail Shibuya-kei Bangkit Lagi! Genre Pop Chic ala Tokyo yang Sedang Naik Daun di Era Streaming
Pizzicato Five, salah satu band yang menjadi pionir utama Shibuya-kei (Foto: Fandom)

KETIK, SURABAYA – Menjelang akhir 1980-an, Shibuya berkembang menjadi kawasan favorit anak muda Tokyo, dengan deretan toko musik yang dipenuhi rak-rak CD impor, butik independen yang stylish, hingga majalah yang dipenuhi referensi budaya global.

Dari lingkungan itulah muncul sebuah skena musik yang kemudian dikenal sebagai Shibuya-kei, gaya pop eklektik yang mengambil berbagai referensi dari luar negeri dan mengolahnya menjadi suara khas Tokyo.

Shibuya-kei berkembang dari kebiasaan anak muda yang hobi mencari rilisan luar negeri dan mencoba memadukannya dengan selera lokal.

Kebanyakan dari mereka mendengarkan pop Prancis 60-an, bossa nova, lounge jazz, sampai elektronik Eropa, lalu mengolah semuanya menjadi musik yang ringan, quirky, dan chic

Baca Juga:
Playlist Wajib Saat Hujan, Ini Rekomendasi Musik Indonesia yang Menenangkan Hati

Nama-nama seperti Pizzicato Five dan Flipper’s Guitar menjadi pelopor dalam skena musik Shibuya-kei, menghadirkan lagu-lagu yang terasa retro tapi tetap modern untuk zamannya.

Selain musiknya, Shibuya-kei dikenal lewat estetika yang rapi dan sangat ‘diperhatikan’. Mulai dari desain album, video musik, hingga gaya fashion para musisi, semuanya terasa seperti hasil kurasi yang matang. Inilah yang membuat skena ini cepat diterima sebagai bagian dari identitas kreatif Tokyo, terutama bagi generasi muda pada saat itu.

Walaupun popularitasnya memuncak di era 90-an, pengaruh Shibuya-kei masih terlihat jelas hari ini.

Banyak musisi Jepang generasi baru yang meneruskan atmosfer dreamy dan lembut ala Shibuya-kei dengan pendekatan yang lebih modern. 

Baca Juga:
Mau Mudik? Jaga Batas Tanah sebagai Langkah Awal Cegah Konflik Antartetangga

Salah satu yang paling sering disebut adalah Lamp, grup pop yang sejak awal 2000-an konsisten merilis musik jazzy, manis, dan nostalgik.

Meski tidak secara langsung mengusung label Shibuya-kei, nuansa musik mereka sering dianggap sebagai penerus semangatnya.

Selain Lamp, ada pula musisi seperti Kahimi Karie, Round Table, hingga nama-nama modern seperti Uchuu Nekoko dan Pitcher56 yang ikut menghadirkan pop lembut, manis, dan urban, warna yang masih terasa dekat dengan spirit Shibuya-kei.

Kini, melalui platform streaming, musik-musik ini justru semakin mudah ditemukan dan kembali populer di kalangan pendengar muda yang suka dengan nuansa chill, retro, atau city pop versi modern.

Daya tarik Shibuya-kei bertahan karena pendekatannya yang santai dan terbuka terhadap berbagai pengaruh. Genre ini menunjukkan bahwa musik pop bisa tetap ringan, cerdas, dan menyenangkan tanpa perlu mengikuti aturan baku. 

Meski zaman terus bergeser, jejak Shibuya-kei masih terdengar dalam banyak rilisan Jepang hari ini, baik melalui gitar lembut Lamp maupun synth dreamy Uchuu Nekoko, seolah menjadi pengingat bahwa gaya musik dari Shibuya ini memang sulit dilewatkan!

Baca Sebelumnya

Ledakan Maut di Kantor Polisi Nowgam India, Modul Teror Diduga Terlibat

Baca Selanjutnya

Cilegon Siapkan 200 Pekerja untuk Hokkaido 2027, Wakil Wali Kota Ungkap Syarat dan Peluangnya

Tags:

Shibuya-kei Jepang musik Pizzicato Five Flipper's Guitar Lamp

Berita lainnya oleh Athaya Khaisyah Azira

Oshogatsu-asobi: Saat Karuta dan Gasing Menjadi Jembatan Tradisi di Tengah Modernitas Jepang

4 Januari 2026 15:01

Oshogatsu-asobi: Saat Karuta dan Gasing Menjadi Jembatan Tradisi di Tengah Modernitas Jepang

Osechi Ryōri: Menumpuk Doa dan Harapan dalam Kotak Tradisi Tahun Baru Jepang

1 Januari 2026 23:01

Osechi Ryōri: Menumpuk Doa dan Harapan dalam Kotak Tradisi Tahun Baru Jepang

Filosofi di Balik Kenyalnya Mochi, Benang Merah Tradisi Tahun Baru di Negeri Sakura

1 Januari 2026 11:01

Filosofi di Balik Kenyalnya Mochi, Benang Merah Tradisi Tahun Baru di Negeri Sakura

Mengintip Tradisi Hatsumode, Kunjungan Pertama ke Kuil Saat Tahun Baru di Jepang

1 Januari 2026 10:02

Mengintip Tradisi Hatsumode, Kunjungan Pertama ke Kuil Saat Tahun Baru di Jepang

Mengenal Bōnenkai dan Shinnenkai, Tradisi Pesta Menutup dan Membuka Tahun dengan Kebersamaan di Jepang

31 Desember 2025 23:01

Mengenal Bōnenkai dan Shinnenkai, Tradisi Pesta Menutup dan Membuka Tahun dengan Kebersamaan di Jepang

Kota Surabaya dan Lamongan Diprediksi Hujan Ringan Hari Ini! Cek Daerahmu Sekarang

31 Desember 2025 11:32

Kota Surabaya dan Lamongan Diprediksi Hujan Ringan Hari Ini! Cek Daerahmu Sekarang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar