Serikat Buruh di Kota Malang Serukan Pencabutan UU Cipta Kerja, Kritik Revisi UU TNI Soal Keterlibatan Militer dalam Sipil

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Muhammad Faizin

1 Mei 2025 14:27

Headline

Thumbnail Serikat Buruh di Kota Malang Serukan Pencabutan UU Cipta Kerja, Kritik Revisi UU TNI Soal Keterlibatan Militer dalam Sipil
Demo Hari Buruh di Kota Malang, menuntut pencabutan beberapa undang-undang yang merugikan masyarakat. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Serikat buruh yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI)  Kota Malang menyerukan aksi di depan Gedung DPRD Kota Malang, Kamis 1 Mei 2025. Dalam peringatan Hari Buruh Internasional, mereka menuntut agar pemerintah mencabut UU No. 5 tahun 2023 tentang Cipta Kerja.

Tak hanya itu para buruh juga ingin agar UU No. 3 Tahun 2025 tentang Revisi UU 4 tahun 2004 tentang TNI dicabut sebab bertentangan dengan nilai-nilai reformasi. Sekjen SPBI, Fatkhul Khoir menjelaskan kedua undang-undang tersebut menjadi ganjalan besar bagi demokrasi di Indonesia. 

"Pertama, terkait UU Cipta Kerja, itu jelas akan mengebiri soal hak-hak buruh. Kita tahu, UU ini justru semakin mengurangi kesejahteraan buruh. Misalnya dengan memperluas sistem kerja kontrak, kemudian upah murah, dan sebagainya," ujarnya kepada Ketik.co.id

Menurutnya revisi UU TNI juga berdampak pada kehidupan kerja buruh. TNI yang diberi keleluasaan di ruang sipil dapat menekan aksi buruh, termasuk mogok kerja menjadi salah satu kekhawatiran para buruh. 

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

"Di antaranya, meniadakan tindakan terhadap situasi pemogokan. Atas dasar pemerintah daerah, TNI dapat masuk untuk membubarkan situasi pemogokan dan sebagainya," tegasnya. 

Melihat kondisi ekonomi saat ini, buruh selalu dihadapkan dengan ancaman gelombang PHK. Mereka menyayangkan tidak adanya solusi konkret dari pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut. 

Presiden Prabowo Subianto sempat mewacanakan pembentukan Satgas PHK. Upaya tersebut tidak relevan sebab gelombang PHK tak dapat dihindari jika pemerintah terus membuat kebijakan tanpa pikir panjang. 

"Sementara ini, dengan membentuk Satgas PHK itu kami kira solusi yang gak jelas. Kan PHK itu tidak bisa dihindari. Artinya, PHK itu juga akibat dari kebijakan negara yang tidak serius dalam konteks memperkuat ketahanan sistem ekonomi dan hak pekerja kita," cecarnya. 

Baca Juga:
DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Ia berharap pemerintah dapat memastikan bahwa PHK tidak terjadi di Kota Malang. Baginya, sudah kewajiban pemerintah untuk menjamin hak-hak masyarakat, termasuk tersedianya lapangan pekerjaan. 

"Dari pengalaman yang ada, orang yang ter PHK dengan usia 35 tahun ke atas. Akan semakin sulit dalam mencari kerja dan seolah negara tidak punya tanggungjawab untuk kemudian menyelesaikan problem ini," ungkapnya.

Baca Sebelumnya

Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni: Hari Buruh Momentum Perkuat Sinergi Pekerja dan Industri

Baca Selanjutnya

Bertemu Bupati Kang DS, Kaesang: PSI Ingin Bahagiakan Masyarakat Kabupaten Bandung

Tags:

Hari Buruh Internasional Kota Malang Serikat buruh Demo Hari Buruh

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar