Serbuan Kutu sampai Bahan Kimia jadi Biang Kerok Anjloknya Produksi Apel Kota Batu

Editor: Dendy Ganda Kusumah

10 Des 2025 08:00

Thumbnail Serbuan Kutu sampai Bahan Kimia jadi Biang Kerok Anjloknya Produksi Apel Kota Batu
Seorang petani apel di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menatap hamparan pohon-pohon apel yang ditanamnya. Produksi apel Kota Batu jeblok hingga tinggal kurang dari seperempatnya. (Foto: Dendy Ganda/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Ketua Kelompok Petani 'Maju Bersama', Utomo, membeber biang di balik anjloknya jumlah produksi apel di Kota Batu. Ia menyebut, ada beberapa hal yang membuat tanaman simbol Kota Batu ini tak lagi moncer.

Utomo menyebut, pohon apel di Kota Batu sempat diserang oleh hama kutu sisik. Setelah serangan hama ini mereda, giliran lalat buah menyerbu tanaman apel di Kota Batu.

Belum lagi pulih dari serbuan lalat buah, giliran kondisi pasar yang tak mendukung. Biaya produksi sangat tinggi, sementara harga jual sangat murah.

"Ini membuat teman-teman petani apel oleng. Sebagian memilih untuk berpindah haluan menanam jeruk atau sayur," kata Utomo, kepada Ketik.com, Senin, 8 Desember 2012.

Baca Juga:
Jaga Ikon Daerah, Cak Nur dan Mas Heli Turun Langsung Panen Apel Bersama Petani

Jumlah pohon apel di Kota Batu terus menurun sejak 2019 lalu. Waktu itu, jumlah pohon apel di Kota Batu mencapai lebih dari 2,1 juta batang pohon.

Setahun berselang, jumlah pohon apel di Kota Batu berkurang lebih dari sejuta batang pohon, hingga tinggal sekitar 1,1 juta batang pohon.

Saat ini, di wilayah Kota Batu tinggal terdapat sekitar 888 ribu batang pohon apel.

Menyusutnya jumlah pohon apel ini diikuti dengan jebloknya juga tingkat produksi apel Kota Batu. Pada 2024, tingkat produksi apel Kota Batu tinggal 140.285 kuintal. Padahal, pada 2019, tingkat produksi apel mencapai 505.252 kuintal.

Baca Juga:
Terima Pimpinan Ketik.com, Cak Nur Ajak Kolaborasi Bangun Kota Batu Melesat

Selain itu, Utomo juga menyoroti kondisi tanah yang tak lagi optimal dalam menyokong kehidupan apel Batu. Menurut pria 65 tahun tersebut, kondisi tanah sudah jenuh terpapar bahan-bahan kimia, termasuk pupuk dan obat-obatan yang biasa diberikan.

"Bahan-bahan kimia ini membuat tanah jadi rusak," tandasnya. 

Baca Sebelumnya

Cegah Banjir di Sidoarjo, Bupati Subandi: Gencarkan Terus Normalisasi Sungai

Baca Selanjutnya

Lahan Kebun Apel Kota Batu Terus Menyusut, Perubahan Iklim Jadi Biang Utama

Tags:

Gerebek Batu GerebekBatu apel batu Apel Ana Apel Manalagi Apel Rome Beauty

Berita lainnya oleh Dendy Ganda Kusumah

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

13 April 2026 13:26

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

Mindful Living Tanpa Plastik

11 April 2026 20:13

Mindful Living Tanpa Plastik

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

9 April 2026 13:12

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

Timnas Futsal Indonesia Bungkam Australia 3-2, Segel Juara Grup ASEAN Futsal Championship 2026

8 April 2026 15:14

Timnas Futsal Indonesia Bungkam Australia 3-2, Segel Juara Grup ASEAN Futsal Championship 2026

AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Pembicaraan Damai Segera Dimulai

8 April 2026 12:16

AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Pembicaraan Damai Segera Dimulai

Dalberto Luan Belo Kembali, Arema FC Dapat Tambahan Amunisi Kala Menantang Persita Tangerang

8 April 2026 12:08

Dalberto Luan Belo Kembali, Arema FC Dapat Tambahan Amunisi Kala Menantang Persita Tangerang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar