Serap Aspirasi Petani Tembakau, Gubernur Jateng Janji Maksimalkan Dana Cukai

Jurnalis: Slamet Sumari
Editor: Rahmat Rifadin

16 Jul 2025 09:33

Thumbnail Serap Aspirasi Petani Tembakau, Gubernur Jateng Janji Maksimalkan Dana Cukai
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat sambutan di Pendopo Temanggung, menyerap aspirasi keluhan petani tembakau, Selasa, 15 Juli 2025 (Foto: Dok. Media Center Lutfhi-Yasin)

KETIK, TEMANGGUNG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyerap aspirasi dari para petani tembakau di Pendopo Kabupaten Temanggung pada Selasa, 15 Juli 2025.

Dalam pertemuan tersebut, para petani menyuarakan keluhan terkait regulasi dan penurunan serapan hasil panen oleh industri rokok yang dinilai berdampak langsung pada kesejahteraan mereka.

Komite Pertembakauan Kabupaten Temanggung, Yuda Sudarmaji, mengungkapkan bahwa kesejahteraan petani tembakau sangat bergantung pada industri hasil tembakau. Namun, sejumlah regulasi seperti kenaikan cukai dan kebijakan lainnya dinilai menekan industri rokok, yang berimbas pada menurunnya serapan tembakau petani.

"Ketika industri tergencet maka petani juga kolaps. Mohon ini disampaikan kepada yang memiliki kewenangan atau kepada Presiden," ujar Yuda dalam dialog dengan Gubernur.

Baca Juga:
Jateng Siapkan Mega Farm Sapi Perah Terbesar di Brebes, Target Produksi 18 Persen Susu Nasional

Yuda menjelaskan bahwa hampir seluruh wilayah di Temanggung menghasilkan tembakau, kecuali satu kecamatan. Meskipun demikian, pendapatan petani tembakau terus menurun akibat keterbatasan serapan dan regulasi yang memberatkan.

“Dulu pada musim panen, tembakau menjadi andalan masyarakat. Sekarang, karena banyak regulasi, tembakau tidak lagi bisa diandalkan,” ujarnya.

Salah satu permasalahan utama yang disoroti ialah berkurangnya serapan hasil panen oleh perusahaan rokok, bahkan ada salah satu pabrikan besar yang tidak lagi membeli tembakau dari petani Temanggung.

Lebih lanjut, Yuda berharap dana bagi hasil cukai bisa lebih dimaksimalkan untuk membantu petani, termasuk dalam hal penguatan bahan baku dan pengadaan obat-obatan pertanian.

Baca Juga:
AMMP Dukung KPK Bongkar Mafia Cukai Rokok Ilegal, Begini Alasannya

“Sebentar lagi kami panen. Di Jawa Tengah banyak pabrik rokok. Tolong pak Gubernur bisa mengimbau perusahaan rokok agar menyerap hasil petani tembakau, khususnya di Temanggung,” lanjut Yuda.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan mengawal aspirasi petani.

Ia mengakui bahwa regulasi, termasuk cukai, merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan. Namun, Pemprov Jateng tetap akan mengambil langkah konkret dalam mendukung petani.

“Tidak usah khawatir, bapak-bapak tidak sendiri karena ini potensi wilayah kita. Nanti akan kita kawal. Dana bagi hasil untuk Temanggung sudah didistribusikan, dan jumlahnya sekitar Rp 61 miliar,” jelasnya.

Gubernur juga menambahkan bahwa upaya pemberantasan rokok ilegal menjadi langkah strategis untuk menjaga ekosistem pertembakauan.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah untuk menggelar operasi besar-besaran terkait peredaran rokok ilegal.

Selain itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan kesiapannya untuk mengunjungi perusahaan rokok guna menyampaikan langsung aspirasi petani dan mencari solusi atas penurunan serapan tembakau.

“Saya akan ke sana (perusahaan rokok). Kalau bisa nanti perwakilan petani ikut saya ke sana,” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Operasi Patuh Digelar Se-Indonesia, Kakorlantas: Laksanakan dengan Tegas dan Humanis

Baca Selanjutnya

Operasi Patuh Semeru, Satlantas Probolinggo Temukan 20 Pelanggaran

Tags:

Petani tembakau Temanggung gubernur jateng Ahmad Luthfi Regulasi Cukai rokok ilegal dana bagi hasil Berita Jateng

Berita lainnya oleh Slamet Sumari

Bimtek Akreditasi Perpustakaan Digelar, Pemalang Targetkan Peningkatan Mutu Layanan

19 April 2026 18:00

Bimtek Akreditasi Perpustakaan Digelar, Pemalang Targetkan Peningkatan Mutu Layanan

Lomba Cerdas Cermat SD Kabupaten Pekalongan 2026, Dorong Generasi Cerdas dan Berkarakter

18 April 2026 13:13

Lomba Cerdas Cermat SD Kabupaten Pekalongan 2026, Dorong Generasi Cerdas dan Berkarakter

IHT di SMPN 1 Pulosari, Dinsos KBPP Pemalang Tekankan Pencegahan Bullying di Sekolah

17 April 2026 12:41

IHT di SMPN 1 Pulosari, Dinsos KBPP Pemalang Tekankan Pencegahan Bullying di Sekolah

749 Calon Jemaah Haji Pemalang Dilepas, Ini Pesan Bupati Anom

15 April 2026 21:20

749 Calon Jemaah Haji Pemalang Dilepas, Ini Pesan Bupati Anom

Pemalang Canangkan Bulan Dana PMI 2026, Target Rp1,6 Miliar

15 April 2026 21:10

Pemalang Canangkan Bulan Dana PMI 2026, Target Rp1,6 Miliar

Bupati Anom Widiyantoro Apresiasi Pengembangan Wisata Alam Desa Penggarit Pemalang

15 April 2026 21:04

Bupati Anom Widiyantoro Apresiasi Pengembangan Wisata Alam Desa Penggarit Pemalang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend