KETIK, SURABAYA – Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengumpulkan seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendapat dukungan anggota DPD RI Lia Istifhama

Menurut Ning Lia, langkah tersebut penting untuk memperkuat evaluasi sekaligus memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar keamanan dan pemenuhan gizi.

“Langkah Pemprov Jawa Timur untuk mengumpulkan seluruh pengelola SPPG ini sangat baik,” ungkap Ning Lia, Kamis, 3 September 2026.

“Ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan program MBG berjalan dengan baik, terutama dari sisi keamanan pangan dan kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat,” tegasnya.

Senator kelahiran Surabaya tersebut menegaskan bahwa kasus keracunan dalam program MBG harus mendapatkan atensi serius. Terlebih, kejadian serupa terus berulang.

Baca Juga:
Evaluasi Distribusi MBG Usai 664 Santri Diduga Keracunan di Sidoarjo, Gubernur Khofifah: Semua Lini Harus Berbenah

“Masalah keracunan makanan ini memang sudah seharusnya menjadi perhatian serius. Apalagi kejadian serupa sudah berulang,” lanjut Ning Lia.

“Jangan sampai persoalan yang sama terus terjadi dan justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” tegas alumnus UINSA Surabaya tersebut.

Ning Lia mengaku prihatin dengan kasus keracunan yang terjadi di Sidoarjo baru-baru ini. Ia pun langsung menjenguk para santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam yang masih menjalani perawatan intensif.

“Keprihatinan saya sangat mendalam kepada seluruh korban, khususnya anak-anak dan para santri yang harus menjalani perawatan. Semoga semuanya segera diberikan kesembuhan,” jelasnya.

Baca Juga:
Rektor UNESA Raih Dua Penghargaan dalam Peringatan Hari Pramuka ke-65 Jawa Timur

Ia berharap evaluasi dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berhenti pada penanganan kasus. Sebab, MGB merupakan program besar dan dinilai program yang baik.

“Karena itu, pelaksanaannya harus benar-benar dijaga. Jangan sampai tujuan baik dari program ini justru terganggu karena persoalan keamanan pangan,” tandasnya.(*)