KETIK, MALANG – Unit Pengelola Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo membuka kembali jalur pendakian Gunung Arjuno dan Welirang. Jalur tersebut resmi dibuka kembali mulai Kamis, 7 Mei 2026. 

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat, UPT Tahura Raden Soerjo, Ajat Sudrajat, mengatakan pembukaan itu juga memperhatikan kondisi cuaca terkini yang sudah kondusif. 

"Pembukaan pendakian Gunung Arjuno dan Welirang resmi dibuka kembali pada 7 Mei 2026. Sedangkan untuk registrasi pendaki, sudah kami buka sejak 6 Mei 2026 ini dan pendaftarannya secara daring," jelasnya, Rabu, 6 Mei 2026. 

Sebagai informasi, UPT Tahura Raden Soerjo sempat menutup jalur pendakian di dua gunung tersebut sejak November 2025 lalu. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dan menjadi upaya pemulihan ekosistem.

Diketahui, proses registrasi pendakian dilakukan dengan mengakses laman tahurasoerjo.dishut.jatimprov.go.id/sipenerang atau juga bisa lewat layanan di tiket pendakian.

Baca Juga:
Pesona Budug Asu 1.422 Mdpl, Pemandangan Menawan di Lereng Arjuno Malang

Mengutip informasi dari laman tersebut, tarif pendakian Gunung Arjuno, Welirang, dan Bukit Lincing sebesar Rp20 ribu per orang per hari untuk pendaki Warga Negara Indonesia (WNI) dan Rp200 ribu per orang per hari bagi pendaki warga negara asing.

Sedangkan untuk kuota pendakian harian yang dibuka, berkisar antara 500 pendaki sampai dengan 550 pendaki. Untuk empat titik pintu atau pos masuk ke jalur pendakian Gunung Arjuno dan Welirang, yaitu melalui Lawang di Kabupaten Malang dan Sumber Brantas di Kota Batu atau Tretes dan Tambaksari di Kabupaten Pasuruan.

"Sedangkan syarat pendakian lainnya, yaitu telah memiliki KTP atau surat keterangan izin orang tua bagi pendaki yang berusia 10 hingga 18 tahun dan surat keterangan sehat baik dari rumah sakit, puskesmas maupun klinik kesehatan," tambahnya. 

Dirinya juga meminta kepada setiap pendaki, untuk mematuhi segala standar operasional prosedur yang telah ditetapkan. Khususnya, terlibat di dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dengan wajib membawa turun sampah logistik sesuai jumlah yang dibawa ketika datang mendaki. 

Baca Juga:
Mendaki Gunung Arjuno, Jalur Termudah untuk Pendaki Pemula

Ia pun menegaskan, petugas di masing-masing pintu pos pendakian akan melakukan pengecekan dan menghitung jumlah logistik yang dibawa oleh para pendaki.

"Semisal dia membawa empat botol minuman air mineral, maka turunnya harus membawa sebanyak empat botol itu juga. Sehingga, jangan sampai ada satupun pendaki yang membuang sampah sembarangan," pungkasnya. (*)