KETIK, YOGYAKARTA – Minggu pagi di Lapangan Denggung, Sleman, terasa berbeda. Ribuan orang berkumpul dengan satu semangat: berlari, menjaga kesehatan, sekaligus menikmati kebersamaan dalam ajang Sembada Run 2026, Minggu (8/11/2026).
Bupati Sleman Harda Kiswaya secara resmi melepas para peserta yang datang dari berbagai kalangan. Mengusung tema “Jiwa Sembada, Raga Berdaya”, kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sleman bersama Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (DPW IKA UII DIY).
Bukan sekadar perlombaan lari, Sembada Run menjadi ajakan bagi masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas sederhana yang bisa dilakukan siapa saja.
Bupati Harda Kiswaya mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat. Menurutnya, kesehatan merupakan modal penting untuk menjalani kehidupan yang berkualitas.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan jasmani dan rohani.
Baca Juga:
Ribuan Pesepeda Padati GOR Lembu Peteng, Plt Bupati Tulungagung Ungkap Hadiah Paling Berharga“Mens sana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kita juga harus mengupayakan urip kang urup, hidup yang bermanfaat tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi kehidupan sosial dan masyarakat,” ujarnya.
Harda mengajak masyarakat membiasakan aktivitas fisik dari hal-hal kecil dengan prinsip gliyak-gliyak tumindak. Artinya, bergerak secara perlahan, konsisten, dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari.
Sembada Run 2026 menghadirkan kategori lari 3 kilometer, 5 kilometer, serta Virtual Run. Pilihan kategori ini membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat, baik pelari pemula maupun mereka yang sudah terbiasa mengikuti kegiatan olahraga.
Baca Juga:
Pengurus PC TIDAR Bojonegoro Periode 2026–2030 Resmi DikukuhkanSalah satu panitia, Gledeg Surya Graha, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang kebersamaan yang dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Selain mendorong budaya hidup sehat, kehadiran peserta dari berbagai daerah juga diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi Kabupaten Sleman, mulai dari wisata alam, budaya hingga kuliner.
Harapan serupa disampaikan Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto. Menurutnya, kegiatan olahraga seperti Sembada Run memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis olahraga atau sport tourism.
Dampaknya bukan hanya dirasakan peserta, tetapi juga masyarakat dan pelaku usaha di sekitar lokasi kegiatan.
Ribuan peserta dan pengunjung berpotensi menggerakkan transaksi kuliner, perdagangan, serta jasa. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pun memperoleh ruang untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka.
Ke depan, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda olahraga sesaat. Lebih dari itu, Sembada Run berpeluang menjadi agenda tahunan yang memadukan olahraga, pariwisata, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Sebab, ketika ribuan orang bergerak bersama, manfaatnya tidak hanya terasa pada tubuh yang lebih sehat, tetapi juga pada tumbuhnya persaudaraan dan peluang ekonomi bagi masyarakat Sleman. (*)