SELAMATKAN WARISAN! Museum WR Soepratman Butuh Perhatian, Apa yang Terjadi?

Jurnalis: Rina Dwi
Editor: Fiqih Arfani

13 Agt 2025 11:59

Headline

Thumbnail SELAMATKAN WARISAN! Museum WR Soepratman Butuh Perhatian, Apa yang Terjadi?
Suasana Museum W.R. Soepratman yang berlokasl di Jalan Mangga Surabaya pada Selasa, 12 Agustus 2025 (Foto: Rina/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Museum WR Soepratman, bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu kehidupan dan wafatnya sang pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Museum ini diresmikan pada 10 November 2018 di Jalan Mangga Surabaya, merupakan sarana edukasi nilai-nilai sejarah, khususnya terkait perjalanan hidup W.R. Soepratman dan Indonesia Raya.

Koleksi yang dipamerkan meliputi replika biola, naskah lagu ciptaannya, hingga foto-foto dokumentasi perjuangan sang komponis.

Lokasi ini dipilih karena Sang Maestro pernah tinggal di rumah tersebut, yang juga menjadi saksi bisu hari-hari terakhirnya sebelum wafat di Kota Pahlawan.

Baca Juga:
Selamat Capt! Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah, Bagikan Momen Gendong Sang Buah Hati

“Beliau pernah tinggal di sini, dan tempat ini juga menjadi saksi hari-hari terakhirnya. Karena bangunan lain sudah berubah atau berganti kepemilikan, akhirnya rumah ini dijadikan museum,” ujar Pengelola Museum, Achmad Syaifuna Arief.

Foto Ruangan sejarah W.R. Soepratman terlihat kosong dan sunyi tidak ada pengunjung (Foto: Rina/Ketik)Ruangan sejarah W.R. Soepratman terlihat kosong dan sunyi tidak ada pengunjung (Foto: Rina/Ketik)

Sementara itu, pelestarian sejarah di tengah menurunnya minat generasi muda, serta menghadapi beredarnya narasi keliru terkait pencipta lagu Indonesia Raya merupakan permasalahan utama yang dihadapi para pengelola museum.

Meskipun demikian, Museum W.R. Soepratman tetap menjadi simbol semangat nasionalisme dan saksi bisu perjalanan bangsa yang patut dijaga keberadaannya.

Baca Juga:
Tumbuh 16 Persen, KAI Daop 8 Surabaya Angkut 3.09 Penumpang Selama Triwulan I 2026

Tercatat, di museum yang terletak di dekat Stadion Gelora 10 Nopember tersebut hanya menerima sekitar 10 hingga 15 pengunjung per hari. Kondisi ini mencerminkan rendahnya minat masyarakat untuk mengunjungi destinasi wisata sejarah tersebut.

Berdasarkan pantauan Ketik pada Selasa, 12 Agustus 2025, suasana museum tampak sunyi dan minim aktivitas. Hanya terdapat tiga orang pengelola museum yang berjaga menyambut pengunjung.

Bahkan, mendekati hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini, total pengunjung harian terpantau tidak ada peningkatan signifikan.

“Rata-rata pengunjungnya 10-15 orang per hari,” ucap dia.

Arief menambahkan, pihak museum berusaha mengemas materi edukasi secara menarik dengan berbagai cara, salah satunya menyanyikan lagu ciptaan W.R. Soepratman agar pengunjung tidak hanya datang melihat bangunan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan serta pengalaman berharga.

“Kami ingin setiap pengunjung pulang dengan kesan positif, membawa pengetahuan baru tentang sejarah bangsa,” tutur dia. (*)

Baca Sebelumnya

Pemkot Batu Terima Alokasi DBHCHT Sebesar Rp32 Miliar di Tahun 2025

Baca Selanjutnya

Gegara Nomor HP Mati, Polres Sampang Sulit Tangkap Pelaku Pencabulan di Robatal

Tags:

Museum W.R. Soepratman Agustusan Ketik HUT RI surabaya WR Soepratman Agustusan

Berita lainnya oleh Rina Dwi

Haru! Desa Ngadas Kembali Salurkan Bantuan Perabotan untuk Korban Erupsi Semeru di Lumajang.

14 Desember 2025 06:45

Haru! Desa Ngadas Kembali Salurkan Bantuan Perabotan untuk Korban Erupsi Semeru di Lumajang.

Wujudkan Gerakan Hijau, KKNT Unesa Kolaborasi Aktif dengan Pemerintah Desa Trawas Mojokerto

8 Oktober 2025 22:37

Wujudkan Gerakan Hijau, KKNT Unesa Kolaborasi Aktif dengan Pemerintah Desa Trawas Mojokerto

Sakral! Mahasiswa KKN Unesa Jalani Tradisi 'Masoen' di Desa Adat Ngadas

16 September 2025 18:21

Sakral! Mahasiswa KKN Unesa Jalani Tradisi 'Masoen' di Desa Adat Ngadas

Rusaknya Grahadi dan Polsek Tegalsari, Pengamat: Melukai Identitas Sejarah Kota

7 September 2025 12:12

Rusaknya Grahadi dan Polsek Tegalsari, Pengamat: Melukai Identitas Sejarah Kota

Surabaya Wujudkan Nol Nikah Siri Lewat Nikah Massal Lontong Kupang

27 Agustus 2025 17:43

Surabaya Wujudkan Nol Nikah Siri Lewat Nikah Massal Lontong Kupang

"Toean Markoen" di ARTSUBS 2025! Antrean Mengular, Sindiran Pedas Industrialisasi

24 Agustus 2025 08:38

"Toean Markoen" di ARTSUBS 2025! Antrean Mengular, Sindiran Pedas Industrialisasi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar