KETIK, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan melantik sejumlah pejabat di Istana Kepresidenan, Kamis, 15 Oktober 2026 siang. Sejumlah nama disebut akan mengisi posisi strategis di pemerintahan, mulai dari sektor pertanian hingga pertahanan dan penanggulangan bencana.
Berdasarkan pantauan di Istana Kepresidenan, beberapa tokoh yang dikabarkan masuk dalam agenda pelantikan telah tiba. Mereka di antaranya Alim Setiawan Slamet, Letjen Richard Tampubolon, dan Mayjen Kristomei Sianturi.
Ketiganya disebut-sebut akan mengemban jabatan baru dalam pemerintahan Presiden Prabowo.
Alim Setiawan Slamet disebut akan dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan). Sementara itu, Richard Tampubolon dikabarkan akan menjabat Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), sedangkan Kristomei Sianturi disebut akan mengisi posisi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Saat ditemui di Istana, Kristomei mengaku belum mengetahui jabatan yang akan dipercayakan kepadanya. Ia mengatakan hanya diminta hadir oleh Presiden.
Baca Juga:
Jalan Perbatasan Rp 15,24 Miliar Rampung, KDS Bidik Distribusi Hasil Bumi“Belum tahu. Saya diminta untuk hadir pada Presiden,” ujar Kristomei.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan dirinya menjadi Kepala BNPB, Kristomei menegaskan kesiapannya menjalankan perintah.
“Sebagai tentara siap perintah,” ucapnya.
Senada dengan Kristomei, Richard Tampubolon juga mengaku belum mengetahui posisi yang akan diberikan kepadanya. Ia menyatakan siap ditempatkan di mana pun sesuai penugasan.
Baca Juga:
Prabowo Angkat Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB, Gantikan Suharyanto“Saya prajurit siap ditempatkan di mana saja. Doakan yang terbaik. Siap do the best,” kata Richard.
Selain ketiga nama tersebut, sejumlah pejabat lain juga disebut akan dilantik pada Kamis ini. Mereka adalah KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Wamenhan Yusuf Jauhari, serta Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan Maulana Bungaran.
Hingga pelantikan berlangsung, jabatan yang akan diemban masing-masing nama tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui pengumuman resmi pemerintah.