Sejarah Bom Molotov, Senjata Murah yang Jadi Simbol Perlawanan

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Muhammad Faizin

31 Agt 2025 09:45

Thumbnail Sejarah Bom Molotov, Senjata Murah yang Jadi Simbol Perlawanan
Bom molotov. (Foto: https://pin.it/YvyMU2Th7)

KETIK, SURABAYA – Pada demonstrasi di beberapa titik di wilayah Indonesia, massa menggunakan kembang api, melempar batu hingga bom molotov ke arah aparat.

Bom molotov, yang identik dengan sebotol kaca berisi bahan bakar dan sumbu api, telah menjadi simbol perlawanan rakyat sejak pertama kali digunakan di medan perang.

Meski bentuknya sederhana, senjata ini terus hadir dalam berbagai konflik dari abad ke-20 hingga sekarang.

Sejarah

Konsep dasar bom molotov sudah dikenal sejak Perang Saudara Spanyol di 1936-1939. Pejuang Republik saat itu memanfaatkannya untuk menyerang tank-tank musuh. Senjata ini mudah dibuat, murah, dan efektif melawan kendaraan lapis baja.

Dikutip dari berbagai sumber istilah “Molotov Cocktail” baru populer pada Perang Musim Dingin (Winter War) 1939-1940, saat Finlandia berperang melawan Uni Soviet.

Menteri Luar Negeri Soviet, Vyacheslav Molotov, menyebut bom cluster yang dijatuhkan ke Finlandia sebagai “paket makanan” untuk rakyat.

Sebagai ejekan, rakyat Finlandia menamai bom botol pembakar mereka sebagai “koktail Molotov”, atau “minuman pelengkap untuk paket makanan” itu.

Pemerintah Finlandia bahkan memproduksi ratusan ribu bom molotov secara massal untuk menghadapi tank-tank Soviet.

Senjata Perlawanan di Seluruh Dunia
 

Sejak itu, bom molotov menjadi senjata rakyat dalam melawan pasukan bersenjata.

• Perang Dunia II digunakan di banyak negara, bahkan diproduksi massal dan distandarisasi seperti Frangible Grenade M1 di Amerika Serikat.
• Revolusi Hungaria 1956 warga Budapest berhasil melumpuhkan banyak tank Soviet dengan bom molotov.
• Konflik Modern – dari protes Euromaidan di Ukraina hingga perang kota di Timur Tengah, bom molotov masih menjadi alat perlawanan paling mudah dibuat.

Di Indonesia, bom molotov juga tercatat dalam sejarah. Pada masa Revolusi (1945-1949), akademisi UGM Herman Johannes memimpin pembuatan bom molotov untuk melawan Belanda.

Rakyat turut menyumbang botol bekas sehingga ratusan bom bisa diproduksi setiap hari. Namun, bom molotov juga pernah digunakan untuk aksi teror.

Kasus paling tragis terjadi di Samarinda tahun 2016, ketika bom molotov dilempar ke sebuah gereja dan menewaskan seorang balita.

Bom molotov bukan sekadar senjata. Ia menjadi simbol kreativitas rakyat yang melawan kekuatan militer yang jauh lebih besar. Meskipun kecil, ia meninggalkan jejak besar dalam sejarah perlawanan dunia. (*)

Baca Juga:
Kasus Andrie Yunus Picu Aksi Mahasiswa di Malang, Dinilai Jadi Alarm Ancaman Demokrasi

Baca Juga:
Viral Video Ketua Partai di Brebes Nyatakan 'Perang Terbuka' ke Pemkab, Ancam Bikin Chaos
Baca Sebelumnya

Prabowo Perintahkan Panglima TNI-Kapolri Tindak Tegas Massa Anarkis

Baca Selanjutnya

Tekanan Psikologis Kepolisian: Antara Tugas Negara, Kecemasan Pribadi hingga Berujung Tersangka

Tags:

demonstrasi bom molotov sejarah bom molotov demo molotov cocktail viral

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar