KETIK, TUBAN – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tuban menyatakan sikap tegas berada dalam satu barisan komando penuh bersama Pimpinan Wilayah atau PW GP Ansor Jawa Timur.

Langkah ini diambil guna merespons dinamika politik serta kritik tajam terhadap klaim sepihak yang dilontarkan Partai Amanat Nasional (PAN).

Klaim PAN yang menyebut diri sebagai "Partai Anak Nahdliyin" menjadi sorotan serius PC GP Ansor Tuban.

Badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) ini menegaskan bahwa klaim semacam itu tidak boleh berhenti sebagai retorika atau properti elektoral semata, melainkan harus dibuktikan secara nyata melalui kebijakan dan keberpihakan konkret kepada warga Nahdliyin.

Ketua PC GP Ansor Tuban, H. Abdul Muiz, Lc., menegaskan seluruh kader dari tingkat cabang hingga akar rumput wajib menjaga garis komando yang hierarkis. Loyalitas tegak lurus kepada PW GP Ansor Jatim dinilai sebagai harga mati demi menjaga marwah dan soliditas organisasi.

Baca Juga:
PW GP Ansor Jatim Jalin Kerja Sama dengan PT Kampung Coklat Blitar untuk Pengembangan Tanaman Kakao

"Garis komando dan loyalitas terhadap instruksi Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur adalah harga mati. PC GP Ansor Tuban siap satu barisan dan mengawal penuh setiap langkah strategis PW Ansor Jatim," ujar Abdul Muiz di Tuban.

Ia menjelaskan, NU beserta seluruh banom badan mengedepankan prinsip moderasi seperti tawazun (seimbang) dan tawasuth (moderat). Namun, ketika persoalan menyangkut proses kaderisasi, marwah, serta stabilitas organisasi, tindakan tegas menjadi hal yang wajib dilakukan.

Dukungan dari Ansor Tuban serta klaim kedekatan PAN dengan Nahdliyin harus dibuktikan lewat keadilan struktural, bukan sekadar pelabelan politik. Lewat penegasan ini, GP Ansor Tuban memastikan seluruh struktur di daerah siap mengawal instruksi wilayah. 

"Kami menegaskan bahwa warga Nahdliyin bukanlah pasar suara atau komoditas politik instan yang hanya didekati saat momentum pemilu," tutup Ketua PC GP Ansor Tuban H. Abdul Muiz. (*)