KETIK, SURABAYA – Operasi pencarian korban KMP Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan utara Sumenep, Madura, telah dialihkan pada Selasa, 4 Agustus 2026 dan menjadi operasi rutin kesiapsiagaan. Kendati demikian tidak menutup kemungkinan, operasi kembali dilakukan karena masih ada empat korban yang belum ditemukan.
"Meski demikian apabila ada laporan korban yang perlu dievakuasi maka akan dikomunikasikan ke semua unsur posko sesuai fungsi masing-masing," kata Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, Jumat, 7 Agustus 2026.
Ia mengungkapkan, bagi keluarga korban yang merasa kehilangan sanak saudara dapat membuat laporan pengaduan ke Polres Tanjung Perak dan Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) di Pelabuhan Tanjung Perak.
"Keluarga yang merasa kehilangan sanak saudaranya (dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II) bisa melapor dan nantinya akan di verifikasi datanya oleh KSOP Tanjung Perak dan pihak perusahaan kapal," imbuhnya.
Basarnas masih menunggu data resmi yang telah divalidasi KSOP dan perusahaan pemilik kapal. Apabila laporan tersebut diterima, pencarian akan kembali dilakukan berdasarkan data resmi yang disampaikan kedua pihak tersebut.
Baca Juga:
Kerahkan Helikopter, Korban dan Bangkai KMP Mutiara Sentosa II Masih Dicari Lewat UdaraSementara itu pada Kamis 6 Agustus 2026 Basarnas melakukan pemantauan lewat udara menggunakan helikopter HR-1301 di perairan utara Sumenep, Madura.
Lanjutnya, pencarian juga telah dilakukan oleh tim SAR Surabaya pada Rabu 5 Agustus 2026 dengan kapal KN SAR 249 Permadi di perairan utara Sumenep, Madura, sebelum akhirnya kembali sandar di Dermaga Distrik Navigasi - Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk mengisi bahan bakar. (*)