KETIK, NGANJUK – Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk untuk melihat jejak kehidupan dan barang peninggalan yang ditinggalkan oleh tokoh buruh Indonesia tersebut pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Pantauan wartawan ketik.com di lokasi, Presiden tiba menggunakan mobil kepresidenan dan seperti biasa, ia berdiri lalu menyapa warga yang sudah menunggunya di sepanjang jalan menuju lokasi.
Mengenakan kemeja krem, bertopi dan berkaca mata hitam, orang nomor satu di Tanah Air itu terus melempar senyum dan melambaikan tangan. Sesekali, Prabowo memberi gestur hormat kepada warga.
Di dalam museum, Prabowo juga didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan sejumlah menteri dalam Kabinet Merah Putih.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyampaikan kepada Prabowo terkait barang-barang peninggalan Marsinah.
Baca Juga:
[FOTO] Momen Presiden Prabowo Ziarah ke Makam Marsinah di NganjukSelain itu juga terdapat tuntutan yang disampaikan oleh Marsinah dan rekannya, termasuk meminta kenaikan upah pokok.
Marsinah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia oleh Prabowo Subianto pada 10 November 2025. "Bapak sudah meletakkan sangat luar biasa untuk gerakan buruh Indonesia," ujar Andi Gani.
Semasa hidupnya, Marsinah adalah aktivis pekerja dan menjadi negosiator ratusan buruh yang melakukan pemogokan karena perusahaannya tidak menerapkan upah minimum dan otonomi serikat buruh sebelum menghilang. Ia menghilang pada 5 Mei 1993, dan jasadnya ditemukan empat hari kemudian.
Sementara itu, sejumlah jajaran Kabinet Merah Putih yang mendampingi presiden di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin dan Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Ketua Umum KSPSI Jumhur Hidayat.
Baca Juga:
Berdoa dan Tabur Bunga, Presiden Prabowo Ziarah ke Makam MarsinahLalu, tampak juga Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi.
Hadir pula Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. (*)