KETIK, GRESIK – Seorang santri di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengalami luka bakar pada bagian tangan dan punggung. Luka tersebut diduga akibat aksi perundungan dan penganiayaan yang dilakukan sesama santri dengan menempelkan setrika panas ke tubuh korban.

Sejumlah foto akibat dugaan perundungan hingga penaniayaan sesama santri itu diunggah oleh akun @WGrissee di sebuah group Facebook Zona Utara dan mendapat ratusan tanggapan dari netizen. 

Dalam postingan tersebut tampak punggung bagian belakang dan tangan seorang anak laki-laki mengalami luka bakar. Selain itu ada beberapa luka dibagian leher dan bagian tubuh lainnya.

"Pembullian di lingkungan Ponpes oleh rekan sesama mondok. Info kejadian Kamis pekan kemarin. Lokasi Wonokerto, Kecamatan Dukun Gresik," tulis akun tersebut dikutip, Senin, 28 September 2026.

Unggahan tersebut mendapat berbagai respons dari netizen, salah satunya akun bernama @Ziya yang mengaku sebagai keluarga korban. @Ziya menuliskan bahwa korban telah mengalami penganiayaan tersebut sebanyak 2 kali.

Baca Juga:
IGTKI-PGRI Kebomas Launching Buku Antologi "Di Balik Pintu Kelas"

Pada aksi penganiyaan yang pertama, korban mengalami luka di bagian pelipis telinga. "Kebetulan itu saudaraku, kata korban sudah 2x dia disetrika. Pertama kena kuping dan pelipis. Kedua kaya yg difoto itu," tulis akun @Ziya. 

Sementara itu, Kapolsek Dukun AKP Suhari, membenarkan dugaan tindak bulliying di lingkungan sebuah Pondok Pesantren tersebut. Ia menyebut, kejadian itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

Sejauh ini, pihaknya juga belum menerima laporan korban atas kejadian tersebut. Korban yakni berinisial D yang masih berusia 15 tahun merupakan warga Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.

"Kita sudah jemput bola ke rumah korban. Setelah ketemu, ternyata korban tidak mau lapor. Dan untuk memastikan bahwa masalah sudah terselesaikan. Kita minta untuk menghubungi pihak Ponpes dan dihubungi ternyata sudah diselesaikan," pungkasnya.(*)

Baca Juga:
Berawal dari Coba-coba Resep hingga Punya Stand Sendiri, Cerita Khofifah dan Kedai Cilokbaa Gresik