Rusak Parah dan Picu Lakalantas, Warga Sleman Desak Adanya Perbaikan Ruas Jalan Tempel-Klangon

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Naufal Ardiansyah

8 Jan 2025 13:28

Thumbnail Rusak Parah dan Picu Lakalantas, Warga Sleman Desak Adanya Perbaikan Ruas Jalan Tempel-Klangon
Selain kendaraan melebihi tonase yang melintas. Intensitas hujan yang tinggi akhir-akhir ini semakin memperparah kerusakan ruas Jalan Tempel - Klangon. (Foto: Abdul Aziz / Ketik.co.id)

KETIK, SLEMAN – Kerusakan ruas Jalan Tempel-Klangon yang terjadi di wilayah Kapanewon Tempel, Sleman kembali dikeluhkan masyarakat setempat dan para pengguna jalan.

Dari pantauan Ketik.co.id terlihat kerusakan yang terjadi di sejumlah titik di wilayah Kalurahan Pondokrejo, Margorejo, Sumberejo dan Tambakrejo.

Kerusakan tersebut diduga akibat kendaraan dengan kapasitas beban yang lebih yang dikenal dengan Over Dimension dan Over Load (Odol) yang melintasi jalan ini. Serta diperparah intensitas hujan yang tinggi akhir-akhir ini. Sehingga apabila tidak segera ditindak lanjuti kerusakan yang terjadi akan semakin meluas dan parah kondisinya.

Sejumlah sumber menyebutkan kendaraan tonase besar yang melintas ruas jalan tersebut, sebagian adalah armada milik PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang sedang mengerjakan proyek Jalan Tol Jogja - Bawen. Akibatnya jalan provinsi ini semakin banyak yang berlubang sehingga memicu terjadinya kecelakaan kendaraan bermotor.

Baca Juga:
Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Kondisi ini dikeluhkan salah satu warga Dusun Ngabean Kalurahan Banyurejo, Tempel, Ahmad Chalimi (41). Ia berharap segera dilakukan pembenahan pada ruas jalan ini. Ahmad mengungkapkan kondisi jalan Tempel-Klangon yang rusak dan banyak berlubang, kerap memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Bahkan sudah ada korban yang meninggal dunia.

Foto Salahsatu titik kerusakan ruas Jalan Tempel - Klangon yang terjadi di wilayah Kapanewon Tempel. (Foto: Abdul Aziz / Ketik.co.id)Salahsatu titik kerusakan ruas Jalan Tempel - Klangon yang terjadi di wilayah Kapanewon Tempel. (Foto: Abdul Aziz / Ketik.co.id)

Menurut Ahmad Chalimi, ada lubang cukup dalam di seputar Sumberejo. Akibatnya pada malam hari dan terjadi hujan, bagi yang tidak hapal medan dan kurang waspada.

Kemungkinan besar bakal jatuh terperosok karena lubang tadi. Disebutkan, semenjak ada proyek tol, kerusakan jalan dikawasan tersebut jadi semakin parah kondisinya. Ia juga mengungkapkan ada juga truk tronton membawa material yang hanya melintas, dan tujuannya tidak ke proyek tol.

Baca Juga:
Sowan ke Sri Sultan HB X, Danrem 072/Pamungkas Bicara Ketahanan Nasional dan Budaya Yogyakarta

"Sejatinya penambalan pernah dilakukan. Tetapi belum signifikan karena tidak dikerjakan secara menyeluruh," ujarnya.

Untuk itu ia berharap adanya perhatian dari Pemerintah akan kondisi ruas jalan penghubung Kapanewon Tempel dan Jalan Godean ini.

Sementara itu dari PT Adhi Karya (Persero) yang diwakili Ghazali dan Ari Setiawan menjelaskan sejauh ini pihaknya telah sering melakukan penambalan jalan secara parsial. Mereka juga menampik bahwa pemicu kerusakan jalan hanya berasal dari armada miliknya.

Ia sampaikan, penambalan parsial sering dilakukan. Sedangkan penyebab kerusakan jalan, menurut keduanya bukan hanya disebabkan armada milik PT Adhi Karya.

"Untuk itu kami juga menunggu arahan dari Dinas Perhubungan DIY," ungkapnya.

Sedangkan salah satu Staf Proyek PT Jasamarga Jogja Bawen (PT JJB) M N Karim menyatakan, sebelum dilakukan perbaikan pihaknya masih menunggu koordinasi dengan pihak terkait. Agar teknis penanganannya lebih optimal.

Karim mengatakan, sesuai hasil rapat belum lama ini, maka pihaknya menunggu arahan dari Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman dan Dinas PUPESDM DIY.

Ia paparkan, hal itu terkait progres yang akan dilakukan. Yakni perbaikan dimulai dari ruas mana, titik lubang sebelah mana. Maupun spesifikasi untuk memperbaiki apakah menggunakan aspal atau beton. Dengan begitu perbaikan yang akan dilakukan sesuai harapan dari pihak-pihak yang terkait.

Terpisah Panewu Tempel Agung Dwi Maryoto menyampaikan. Terkait progres penanganan kerusakan ruas jalan tersebut. Pihak Bina Marga Dinas PUPESDM DIY akan mengajukan surat resmi kepada PT Adhi Karya selaku kontraktor yang mengerjakan proyek milik PT JJB.

Lebih lanjut ia jelaskan, dari provinsi mau mengajukan surat resmi ke PT Adhi Karya untuk perbaikan jalan. Dimulai dari lampu merah (traffic light) simpang empat Tempel sampai di Buk Renteng, yang ada di Tangisan, Banyurejo, Tempel.

"Sebelum, nantinya akan dieksekusi oleh Adhi Karya," sebut Agung Dwi Maryoto, Selasa 7 Januari 2025.

Ia tekankan, intinya sesuai kesepakatan sebelumnya. Masyarakat akan menunggu maximal hari Rabu 8 Januari 2025. Batas waktu Dinas PUPESDM DIY bersurat ke Adi Karya terkait progres perbaikan jalan dari bangjo Tempel sampai Buk Renteng. (*)

Baca Sebelumnya

Resmi Dilantik, Ahmad Fuad Jadi Anggota DPRK Simeulue Termuda

Baca Selanjutnya

Shin Tae-yong Dipecat, Jebakan Piala AFF 2024?

Tags:

Jalan Tempel - Tempel Kapanewon Tempel Jalan rusak Jalan berlubang Dinas PUP-ESDM DIY Bidang Bina Marga Pemda DIY Pemkab Sleman PT Adhi Karya Proyek Tol PT Jasamarga Jogja Bawen PT JJB Pondokrejo Margorejo Sumberejo Tambakrejo

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

14 April 2026 15:49

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar