KETIK, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak resmi mengumumkan rangkaian kegiatan Seba Baduy 2026 yang akan digelar selama empat hari, mulai 23 hingga 26 April 2026.
Kegiatan budaya tahunan ini akan dipusatkan di Alun-alun Rangkasbitung, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat serta warga adat Baduy.
Mengusung tema “Warisan Karuhun, Inspirasi Kiwari, Ngahiji Dina Tradisi”, perhelatan ini menjadi wujud nyata pelestarian budaya leluhur sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat adat dengan pemerintah di Kabupaten Lebak.
Hari pertama, Kamis (23/4/2026), akan diawali dengan Sarasehan Budaya Baduy yang berlangsung pukul 09.00 hingga 11.30 WIB di panggung utama.
Baca Juga:
Pemkab Lebak Perkuat Intervensi Serentak, Tekan Angka Stunting Secara KolaboratifSecara bersamaan, pembukaan Kemah Budaya serta perlombaan permainan tradisional digelar di kawasan alun-alun Rangkasbitung sejak pagi hari.
Memasuki sore, dilakukan persiapan pembukaan, sebelum akhirnya ditutup dengan opening ceremony pada pukul 19.30 hingga 20.45 WIB di panggung utama.
Memasuki hari kedua, Jumat (24/4/2026), kegiatan dimulai dengan perlombaan permainan tradisional pada pagi hari. Siang harinya, agenda berlanjut dengan penyambutan warga Baduy di Pendopo Bupati Lebak.
Prosesi adat kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbolis dari Camat Leuwidamar kepada Pemerintah Kabupaten Lebak di Jembatan Keong, yang diikuti iring-iringan menuju pendopo.
Baca Juga:
Dinkes Lebak dan Yonif TP 840/Golok Sakti Siapkan Bakti Sosial, Khitanan Massal hingga Pengobatan GratisSetelah waktu istirahat, malam hari diisi dengan babacakan bersama warga Baduy, ritual sakral Marwah Seba, hingga hiburan masyarakat yang berlangsung hingga larut malam.
Pada Sabtu (25/4/2026), kegiatan diawali dengan pelepasan warga Baduy menuju Serang pada pukul 06.00 WIB di alun-alun Rangkasbitung.
Sepanjang hari, perlombaan permainan tradisional kembali digelar di panggung utama. Sore harinya dilakukan persiapan fashion show di Pendopo Bupati Lebak.
Malam puncak diisi dengan closing ceremony yang dilanjutkan penampilan bintang tamu di panggung utama.
Sementara itu, pada hari terakhir Minggu (26/4/2026), rangkaian acara bersifat partisipatif dengan melibatkan masyarakat luas.
Kegiatan dimulai dengan senam bersama di panggung utama dan kawasan Museum Multatuli, dilanjutkan aksi bersih-bersih kota, pembagian doorprize, hingga penutupan melalui sesi foto bersama.
Seba Baduy merupakan tradisi tahunan masyarakat adat Baduy yang sarat makna spiritual dan budaya.
Tradisi ini menjadi bentuk ungkapan syukur sekaligus penyampaian amanat kepada pemerintah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu mengangkat potensi lokal serta memperkuat identitas daerah.
Dengan rangkaian kegiatan yang tersusun rapi dan melibatkan berbagai unsur, Seba Baduy 2026 diharapkan dapat berjalan lancar serta memberikan dampak positif bagi pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata di Kabupaten Lebak.(*)