KETIK, BLITAR – Blitaria Expo 2026 tidak hanya menjadi ruang promosi UMKM dan potensi daerah. Pameran yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-702 Kabupaten Blitar itu juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi keluarga melalui layanan tes minat bakat anak dan skrining status gizi gratis yang disediakan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

Layanan tersebut dapat diakses masyarakat di stan Health and Service selama pelaksanaan Blitaria Expo pada 6–9 Agustus 2026. RSUD Ngudi Waluyo Wlingi menghadirkan layanan itu bersama RSUD Srengat, Dinas Kesehatan, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kabupaten Blitar.

Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Deny Christianto, mengatakan pihaknya sengaja membawa layanan yang menyasar kebutuhan keluarga, khususnya anak-anak.

“Kami membawa tim psikolog dan tim gizi. Jadi masyarakat yang datang ke stan kami bisa melakukan tes minat bakat untuk putra-putrinya sekaligus pemeriksaan status gizi secara gratis,” ujar Deny, Kamis 6 Agustus 2026.

Menurut Deny, tes minat bakat yang diberikan merupakan skrining awal untuk membantu orang tua mengenali potensi anak sejak usia dini. Hasil pemeriksaan dapat memberikan gambaran kecenderungan minat anak, mulai bidang numerik, sains, seni, hingga bidang lainnya.

Baca Juga:
Usai Diserbu 2.000 Pengunjung, Kampung Coklat Blitar Kembali Gratiskan Tiket Masuk pada 17 Agustus

“Ini masih berupa pemeriksaan awal atau screening. Untuk hasil yang lebih lengkap tentu bisa dilakukan pemeriksaan lanjutan di rumah sakit,” katanya.

Selain pemetaan minat dan bakat, pengunjung juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan status gizi anak. Melalui layanan tersebut, orang tua dapat mengetahui kondisi tumbuh kembang anak sehingga langkah pencegahan maupun pendampingan dapat dilakukan lebih dini apabila ditemukan risiko tertentu.

“Melalui pemeriksaan ini orang tua bisa mengetahui apakah status gizi anak sudah baik, cukup, atau masih perlu perhatian. Harapannya, deteksi dini bisa dilakukan lebih cepat,” jelasnya.

Deny menambahkan seluruh layanan di stan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi diberikan tanpa dipungut biaya. Sebagai bentuk apresiasi, anak-anak yang mengikuti pemeriksaan juga memperoleh puding secara gratis.

Baca Juga:
Bupati Rijanto: Hari Jadi Blitar Bukan Sekadar Mengenang Sejarah, tapi Menyatukan Langkah Membangun Daerah

“Kami ingin stan rumah sakit terasa lebih ramah bagi anak-anak. Karena itu tema yang kami angkat juga dekat dengan dunia anak, sehingga mereka merasa nyaman saat datang ke sini,” pungkasnya.

Kehadiran layanan kesehatan tersebut menjadi salah satu nilai tambah Blitaria Expo 2026. Selain menghadirkan pameran produk unggulan daerah dan pelaku UMKM, kegiatan tahunan Pemerintah Kabupaten Blitar ini juga menjadi wadah mendekatkan berbagai layanan publik kepada masyarakat, termasuk edukasi kesehatan keluarga.