KETIK, MALANG – RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang mengembangkan Stroke Response System (SRS), inovasi digital yang mengintegrasikan sistem rujukan, aktivasi Code Stroke, dan koordinasi multidisiplin untuk mempercepat penanganan pasien stroke akut.

Sebelum SRS diimplementasikan, koordinasi pelayanan stroke akut di RSSA masih dilakukan secara manual sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan komunikasi, proses rujukan, pemeriksaan penunjang, hingga pengambilan keputusan terapi.

Melalui SRS, proses rujukan stroke, aktivasi Code Stroke, notifikasi otomatis kepada tim multidisiplin, monitoring perjalanan pasien secara real time, hingga evaluasi indikator mutu pelayanan kini terintegrasi dalam satu platform digital.

Tim yang terdiri atas Instalasi Gawat Darurat (IGD), Neurologi, Radiologi, Laboratorium, Stroke Unit, ICU, dan Bedah Saraf dapat menerima informasi pasien secara simultan sehingga persiapan pelayanan dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi. Sistem ini juga mendukung pemantauan otomatis terhadap indikator penting, seperti door-to-CT scan time dan door-to-needle time.

Implementasi SRS menunjukkan dampak signifikan terhadap pelayanan stroke akut di RSSA. Rata-rata waktu rujukan berhasil dipersingkat dari 2,71 jam menjadi 1,17 jam atau turun 57 persen. Waktu pemindahan pasien ke Stroke Unit juga menurun dari 180 menit menjadi 95 menit. Sementara itu, Bed Occupancy Rate (BOR) Stroke Unit meningkat dari 8,2 persen menjadi 12,8 persen.

Baca Juga:
RSUD Saiful Anwar Malang Luncurkan SINGABAJA, Sistem Digital Percepat Pengadaan Barang dan Jasa

"Pencapaian ini menunjukkan bahwa digitalisasi koordinasi pelayanan mampu meningkatkan efisiensi, keselamatan pasien, serta kualitas pelayanan stroke akut secara berkelanjutan," tulis Humas RSSA Malang dalam rilis yang diterima tim Ketik.com pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Baca Juga:
RSSA Pangkas Waktu Pendaftaran Hemodialisis hingga 80 Persen