KETIK, MALANG – RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Provinsi Jawa Timur terus mendorong upaya peningkatan kesehatan lingkungan rumah sakit melalui pengelolaan limbah yang lebih optimal.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah GRIYA KEMAH (Gerakan Layanan Kelola Sampah Jadi Berkah), yang berfokus pada pengurangan timbulan limbah padat organik di lingkungan rumah sakit.
Inovasi tersebut dilatarbelakangi tingginya produksi limbah di RSSA.
Berdasarkan laporan kinerja Instalasi Penyehatan Lingkungan dan K3 (IPL dan K3) tahun 2023, sekitar 40 persen limbah rumah sakit merupakan limbah medis padat, sedangkan 60 persen lainnya berupa limbah padat domestik.
Baca Juga:
Sentuhan Edukasi di Ruang Rawat: RSUD Dr. Saiful Anwar Luncurkan Inovasi "Sahabat RSSA" Bagi Pasien Anak KronisSumber limbah domestik terbesar berasal dari Dapur Gizi dengan rata-rata timbulan mencapai 5.400 kilogram per bulan atau sekitar 8 persen dari total limbah padat domestik.
Sebagian besar limbah tersebut merupakan limbah organik yang masih dapat dimanfaatkan.
Tingginya timbulan limbah, keterlambatan pengangkutan oleh pihak ketiga, serta keterbatasan kapasitas penampungan sementara di TPS Sentral Limbah Domestik menjadi sejumlah persoalan yang mendorong hadirnya inovasi GRIYA KEMAH.
Kondisi tersebut sebelumnya menyebabkan limbah padat organik kerap menumpuk di area TPS Sentral.
Baca Juga:
Dari limbah air menjadi solusi, RSSA Optimalkan Reject RO untuk Operasional Rumah SakitMelalui GRIYA KEMAH, limbah organik dari Dapur Gizi diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat, yakni pupuk cair Eco Enzyme dan pupuk padat organik melalui metode komposting.
Inovasi ini bertujuan mengurangi timbulan limbah organik yang masuk ke TPS Sentral sekaligus meningkatkan pemanfaatan limbah di lingkungan rumah sakit.
Pelaksanaan inovasi menggunakan pendekatan metode kualitatif.
Hasilnya menunjukkan bahwa pada bulan ketiga, capaian limbah yang berhasil diolah mencapai 11 persen, melampaui target yang telah ditetapkan sebesar 10 persen.
Capaian tersebut menunjukkan adanya hasil positif dari penerapan pengelolaan limbah organik melalui GRIYA KEMAH.
Selain mengurangi jumlah limbah, inovasi ini juga memberikan dampak terhadap kondisi lingkungan di sekitar TPS Sentral Limbah Domestik.
Berdasarkan hasil observasi dan pengukuran kepadatan lalat, kondisi sanitasi di sekitar area TPS menjadi lebih baik.
Mobilisasi limbah organik dari Dapur Gizi menuju TPS Sentral juga menjadi lebih lancar, sementara dampak negatif akibat keterlambatan pengangkutan oleh pihak ketiga dapat dikendalikan.
Pengelolaan GRIYA KEMAH masih perlu didukung dengan penambahan fasilitas agar kapasitas pengolahan limbah dapat terus ditingkatkan.
Inovasi ini menjadi salah satu langkah RSSA Malang dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan rumah sakit yang lebih efektif dan berkelanjutan. (*)