KETIK, SIDOARJO – Jawa Timur memiliki beragam kuliner tradisional yang masih bertahan dan digemari masyarakat hingga saat ini. Salah satunya adalah Ronde dan angsle.

Nah, bagi anda warga Sidoarjo dan sekitarnya, ada satu kedai Ronde Angsle LA “Cak Man” yang berada di kawasan Delta Sari, Sidoarjo. Kedai ini menjadi salah satu tempat yang menawarkan minuman tradisional dengan cita rasa khas yang cocok dinikmati, terutama pada malam hari.

Kedai Ronde Angsle LA “Cak Man” dikelola pribadi oleh Cak Man yang merupakan pemilik kedai tersebut. Cak Man sendiri berasal dari kawasan Delta Sari dan telah menjalankan usaha kuliner ini selama lebih dari dua dekade.

Dari berbagai menu yang tersedia, ronde menjadi menu yang paling banyak diminati. Ronde merupakan salah satu kuliner tradisional yang cocok disantap saat malam hari. Cita rasanya yang hangat dan khas membuat menu ini banyak dipilih oleh pelanggan yang datang ke kedai.

"Jualan di sini itu dari tahun 2001, dapet inspirasi dari keluarga buat buka kedai ini. Sehari hari bisa laku sampai 150 porsi, buat bahan makanannya itu bikin sendiri. Kalo mau beli bisa sesuai selera, karna kadang ada pelanggan yang ga suka rondenya ada kelapa jadi ga dikasih kelapa. Buat harganya tetep sama semua menu (ronde dan angsle) Rp12.000," ujar Cak Man.

Baca Juga:
Pesona Nusantara dalam Harmoni Budaya Brebes, 125 Kontingen Akan Hadir di Malam Karnaval 29 Agustus

Banyak pelanggan mengantre untuk membeli ronde dan angsle di depan Kedai Ronde Angsle LA "Cak Man", di Delta Sari pada Selasa malam, 18 Agustus 2026. (Foto: Charleen Alexa Putri Pratama/ketik.com)

Dalam menjalankan usahanya, Cak Man tetap mempertahankan penggunaan bahan baku yang dibuat secara manual. Penggunaan bahan yang dibuat sendiri menjadi salah satu hal yang membantu menjaga cita rasa khas dari menu-menu yang disajikan. Selain itu, proses pembuatannya secara manual juga membuat makanan dan minuman yang dijual terasa lebih tradisional dan memiliki karakter tersendiri.

Terjual sebanyak 150 porsi dalam sehari, jumlah tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kuliner tradisional masih cukup tinggi. Meski telah berdiri sejak tahun 2001, kedai ini tetap mampu mempertahankan pelanggan dan menjalankan usahanya hingga sekarang.

Untuk jam operasional, Kedai Ronde Angsle LA “Cak Man” buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 23.00 WIB. Kedai ini biasanya tetap beroperasi setiap hari, tetapi dapat libur jika Cak Man sedang memiliki keperluan atau kesibukan tertentu.

Baca Juga:
Kantin Kita Hadir di Pintu II Pertamina Cilacap, Sajikan Menu Nusantara Mulai Rp12 Ribuan

Bu Ni'mah menikmati ronde hangat di depan Kedai Ronde Angsle LA "Cak Man", di Delta Sari pada Selasa malam, 18 Agustus 2026. (Foto: Charleen Alexa Putri Pratama/ketik.com)

"Ronde di sini saya rasa paling enak dan pas rasanya, jahenya sangat terasa dan ga terlalu manis, harganya juga terjangkau. Awalnya beli karna penasaran soalnya rame terus, waktu pertama kali beli lah kok enak dan cocok akhirnya sering jadi beli," terang Ni'mah, salah pembeli satu ronde.

Hal serupa dikatakan Arif. "Langganan dari awal harganya waktu dulu itu Rp 6.000 sampe sekarang udah jadi Rp12.000," tambah Alif yang merupakan pelanggan tetap.

Keberadaan Kedai Ronde Angsle LA “Cak Man” menjadi salah satu contoh bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat. Dengan mempertahankan bahan baku buatan sendiri, menu andalan sudut, serta konsistensi berjualan sejak tahun 2001, Cak Man berhasil menjaga keberlangsungan usahanya hingga lebih dari 20 tahun.

Kedai sederhana ini tidak hanya menawarkan makanan dan minuman, tetapi juga menjadi bagian dari keberadaan kuliner tradisional yang terus diwariskan dan dinikmati masyarakat. (*)