Rizal Ramli Rajut Memoar Bersama Mendiang Nuku Sulaiman

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Moana

18 Feb 2023 13:51

Thumbnail Rizal Ramli Rajut Memoar Bersama Mendiang Nuku Sulaiman
Dr Rizal Ramli saat menyampaikan kisah bersama mendiang Nuku Sulaiman dalam acara Haul 20 Tahun (Alm) Nuku Sulaiman.(Istimewa)

KETIK, JAKARTA Rezim semi otoriter telah menghianati cita-cita reformasi. Nuku menjadi teladan perjuangan menegakkan kembali demokrasi dan keadilan. 

Tokoh Nasional Dr Rizal Ramli menyampaikan sebuah memoar perjalanan bersama mendiang Nuku Sulaiman saat acara Haul 20 Tahun (Alm) Nuku Sulaiman di Jakarta, Sabtu (18/2/2023). 

Rizal Ramli (RR) adalah sahabat dekat Nuku Sulaiman. Aktifis Pro-Demokrasi (Prodem) Yayasan Pijar (Pusat Informasi dan Jaringan Aksi Reformasi). Nuku dikenal memiliki sikap keras, militan dan berani. 

"Dia adalah man of action. Pikiran diterjemahkan menjadi tindakan berani dan spektakuler," ungkap Rizal Ramli. 

Baca Juga:
Undang Ketum Parpol dan Mantan Presiden-Wapres, Prabowo Kembali Jelaskan Posisi dan Alasan Indonesia Gabung BoP

Lanjut kisah, ada waktunya ketika rezim otoriter harus dihadapi dengan berani, tanpa basa-basi.

"Nggak pakai mutar-mutar langsung ke pokok persoalan," tandas Rizal. 

Tagline Nuku “SDSB” : Soeharto Dalang Segala Masalah Bangsa"

Periode 1990-an dikenang sebagai masa gelombang pasang perlawanan terhadap Rezim Orde Baru (Orba). 

Baca Juga:
Bamsoet Launching Buku ‘Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung’

Mahasiswa, intelektual, wartawan, buruh, petani hingga rakyat miskin kota mulai terorganisir secara organik di masing-masing front dan arena perjuangan. 

Rezim otoriter yang telah berkuasa lebih dari dua dekade itu pun meresponnya dengan brutal. Aktivis makin banyak dipenjara, media dibredel hingga suksesi pimpinan partai politik dibonsai.

Tahun 1992, Rezim Orba mengeluarkan kebijakan Sumbangan Dana Sosial Berhadiah (SDSB). Semacam lotere yang dibiayai pemerintah. 

Yayasan Pijar menggelar aksi menolak kebijakan tersebut. Aksi digelar di Gedung MPR/DPR Jakarta. 

Ratusan massa aksi hadir. Nuku Sulaiman, pimpinan Pijar saat itu sekaligus Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, mengakronimkan SDSB menjadi Soeharto Dalang Segala Bencana. Ia mendapat hukuman penjara. 

Rizal mengenang kala Nuku mengakronimkan judi SDSB menjadi Soeharto Dalang Segala Bencana.

"Ia membagi-bagikan stiker," ucap Rizal. 

Desember 1993, Nuku Sulaiman ditangkap polisi. Ia divonis pengadilan 4 tahun hukuman penjara. Di penjara itulah Nuku menikah  dengan Yayuk di Kapolsek Matraman. 

"Saya jadi saksi perkawinan Nuku dan Yayuk. Mengharukan, yang diramaikan oleh banyak aktivis Pro-Demokrasi dan polisi," kata Rizal. 

Setelah pernikahan tersebut, Nuku Sulaiman tak berubah. Ia tetap vokal dan kritis. Lepas dari hotel prodeo, Nuku bahkan semakin berani menjadi ujung tombak perubahan melawan rezim otoriter Orba. 

Jalan Teguh Nuku Sulaiman

"Saya akan terus berjuang," kata Nuku Sulaiman ketika diwawancara Majalah Tempo seusai ia dibebaskan tahun 1998. 

Syahdan, seusai gemuruh perlawanan Rezim Orde Baru berhasil menumbangkan Soeharto, Nuku Sulaiman sedang berada di bilangan Jakarta Pusat. 

Ia baru saja bertemu dengan sejumlah teman. Salah seorang teman menitipkan amplop yang berisi sejumlah uang, konon nominalnya mencapai jutaan rupiah. Bukan uang sedikit, tentu saja.

Sementara itu di kantongnya tidak ada uang selembar pun. Akhirnya ia memutuskan pulang ke rumah ibundanya, yang berada wilayah Bekasi, dengan berjalan kaki. Kira-kira ia menempuh jarak sekitar 30 KM. Dan sekali lagi, itu ditempuh dengan berjalan kaki.

"Hei, Nuku!" kata Ibundanya, Halimah Fabanyo ketika melihat anaknya itu hitam legam dibakar panasnya matahari, tiba di depan pintu rumah. 

"Kenapa kamu tidak pakai saja dulu uang yang ada di amplop (untuk naik taksi atau kendaraan umum). Nanti kita ganti, (kalau sudah sampai di rumah)," ucap sang ibunda. 

Nuku hanya menggeleng. Ia minta dibelikan es campur kesukaannya. 

"Ini bukan uang Nuku, Mak," kata Nuku kepada ibunya. 

"Ini uang kawan-kawan. Uang organisasi," sambungnya. 

Dan kini giliran Halimah Fabanyo menggeleng. Lantas meminta salah satu cucunya untuk segera membeli es campur tersebut. 

Selasa, 18 Februari 2003, seusai Adzan Dzuhur berkumandang, Nuku Sulaiman meninggal dunia di RS Harapan Bunda, Jakarta Timur. 

Kenangan Itu Hidup 

Sudah 20 tahun sosok legendaris aktivis perlawanan terhadap Rezim Orde Baru itu berpulang. Tapi kenangan terhadapnya akan selalu hidup. 

"Nuku Sulaiman ialah kakak, teman, sahabat hingga mentor ideologis bagi kita semua. Ia merupakan manusia par excellence bagaimana perjuangan ialah pelaksanaan kata-kata," kata Rizal mengutip puisi Rendra. 

Kenangan akan Nuku Sulaiman terpatri dalam benak semua orang yang mengenalnya. Baik kenangan tentang aktivisme, organisasi, hingga aktivitas sehari-hari di masa yang telah lewat.

Selain cita-cita bersama, yang membuat manusia lestari di jagat ini adalah kenangan dan ingatan tentang orang-orang terkasih. Demikian pula kenangan itu membekas dalam sanubari Rizal Ramli. 

Legenda Nuku Sulaiman dan Kondisi Hari Ini

Rizal pada momen tersebut mengatakan, jika kondisi hari ini, demokrasi dipreteli dan dibalikkan kembali menjadi semi-otoriter.

Negara hukum diubah menjadi negara kekuasaan dan amburadul. KKN hari ini lebih masif dan meluas dari pusat sampai daerah-daerah.

"Nepotisme Jokowi lebih ganas dan brutal dibanding zaman Soeharto," ujarnya. 

"Anak-anaknya tidak hanya menguasai banyak bisnis melalui mekanisme ‘dagang kekuasaan’ tapi juga menguasai jabatan-jabatan politik," tambah mantan Menko Kemaritiman tersebut. 

"Orok-orok nepotisme itu mengkhianati cita-cita reformasi dan cita-cita good governance, semakin jauh dari cita-cita pemerintahan yang bersih dan amanah. Dalam konteks itulah perjuangan legendaris Nuku menjadi contoh perjuangan menegakkan kembali demokrasi dan keadilan untuk rakyat kita," tegas Rizal. 

Rizal mengibaratkan semua karakter itu seperti gadget usang dan harus diganti dengan piranti baru agar cara kerja teknologi komunikasi alat pintar menjadi lebih cepat. Menghindari loading lambat berkepanjangan. 

"Kalau gadget seperti handphone sudah lola (loading lama) ya harus diganti baru. Benar ndak, benar ndak? Yang sedang menjabat ini, kebanyakan lola. Kenapa? Rakyat sudah teriak-teriak barang kebutuhan pokok semakin mahal, ekonomi semakin sulit, hukum carut-marut, apakah mereka mendengar? Nggak kan? Karena sudah super lola, yo wis harus segera diganti baru, tidak ada pilihan," ungkap Rizal dalam forum Haul 20 Tahun (Alm) Nuku Sulaiman tersebut.(*) 

 

 

 

 

 

 

 

Baca Sebelumnya

Pemprov Jabar Sempurnakan Usulan Inggit Garnasih Jadi Pahlawan Nasional

Baca Selanjutnya

Satu Abad NU, Yana Mulyana: Bersama Membangun Kota Bandung

Tags:

Rizal Ramli Nuku Sulaiman Rezim Otoriter Orba Jokowi Reformasi

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H