KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan Riset Kolaborasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Jawa Timur Melaju 2026 dalam Rapat Kerja I Paguyuban Rektor PTN se-Jawa Timur di UIN Syekh Wasil Kediri, Rabu, 15 April 2026.
Program ini ditujukan untuk mendorong pembangunan Jawa Timur yang berbasis data dan ilmu pengetahuan melalui sinergi pemerintah dan perguruan tinggi.
Gubernur Khofifah berharap kolaborasi antara pemangku kebijakan dan dunia pendidikan tinggi mampu menghasilkan implementasi nyata bagi kemajuan daerah.
"Ini menjadi tantangan besar bagi seluruh civitas akademika, karena sangat penting bagaimana kolaborasi ini untuk bisa menghasilkan riset-riset unggulan untuk Jawa Timur Maju Melaju,” kata Khofifah.
Baca Juga:
Gubernur Khofifah Beri Bonus Rp1,845 Miliar, Atlet Paralimpik Jatim Sumbang 35 Medali di ASEAN Para Games 2025“Dan kalau Jawa Timur maju melaju, maka sesungguhnya ini memiliki daya dorong yang sangat kuat untuk Indonesia maju melaju," imbuhnya.
Ia menekankan pentingnya applied science atau ilmu terapan untuk menjembatani hasil riset dengan kebutuhan sektor industri dan dunia usaha, termasuk penguatan konektivitas dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Melalui riset kolaboratif ini, PTN di Jawa Timur diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan tepat sasaran.
"Kami ini relatif sering silaturahim dengan para pengambil keputusan. Harapannya, hal-hal seperti ini bisa tersampaikan. Membangun tim kolaborasi riset unggulan yang bisa menguatkan peran-peran strategis dari perguruan tinggi menurut saya adalah niat yang sangat mulia," pungkasnya.
Baca Juga:
Peringati Hari Seni Sedunia 2026, Gubernur Khofifah Dorong Jadi Penguat Solidaritas dan Ekonomi KreatifSementara itu, Ketua Paguyuban Rektor PTN se-Jawa Timur Prof. Nurhasan menyebut forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kontribusi ilmu pengetahuan dalam pembangunan daerah.
"Kita sudah mengumpulkan anggaran masing-masing PTN Rp 1 miliar, jadi kita sudah punya anggaran Rp 15 miliar untuk mendukung program-program Perguruan Tinggi Jawa Timur,” tegas Nurhasan.
“Semua persoalan bangsa harus kita petakan by design. Oleh karena itu, sinergi antar PTN dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi kunci utama. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, kita harus kolaborasi lintas institusi, lintas disiplin, bahkan lintas sektor," pungkasnya. (*)