Rinda Puspasari, Ibu Rumah Tangga di Malang Luncurkan Dua Buku Berbeda Genre Sekaligus

Jurnalis: Dafa Wahyu Pratama
Editor: Gumilang

8 Feb 2026 05:00

Thumbnail Rinda Puspasari, Ibu Rumah Tangga di Malang Luncurkan Dua Buku Berbeda Genre Sekaligus
Rinda Puspasari saat memaparkan dua buku terbarunya, pada Sabtu, 7 Februari 2026. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Seorang ibu rumah tangga asal Malang, Rinda Puspasari, meluncurkan dua buku sekaligus dari genre yang berbeda. Peluncuran buku digelar di Cafe Mami Combi, Tlogomas, Kota Malang, Sabtu, 7 Februari 2026.

Dua karya tersebut menandai keberanian Rinda menghadirkan gagasan dari dua ruang kehidupan yang kerap terabaikan, yakni batin manusia dan relasi dengan alam.

Dalam peluncuran tersebut, Rinda memperkenalkan buku berjudul 'Di Bawah Langit yang Bukan Milikku' dan 'Koi-dari Kolam Kaisar ke Nusantara'.

Meski lahir dari pendekatan yang sangat berbeda, keduanya disebut keberanian dalam memotret pengalaman hidup manusia.

Baca Juga:
Bamsoet Launching Buku ‘Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung’

“Peluncuran ini sebenarnya bukan tentang dua buku, tetapi tentang keberanian menulis dari wilayah batin dan alam yang sering kita lupakan. Saya percaya, buku tidak cukup hanya diterbitkan, tetapi juga perlu ditemukan oleh pembacanya,” ujar Rinda.

Ia menjelaskan, kehadiran dua buku dalam satu waktu bukanlah bagian dari strategi penerbitan, melainkan proses alami dari dua gagasan yang muncul hampir bersamaan. Menurutnya, kedua suara tersebut sama-sama mendesak untuk disampaikan.

“Saya tidak pernah merencanakan meluncurkan dua buku sekaligus. Ini bukan strategi, tetapi dua suara yang lahir berdekatan dan sama-sama tidak ingin ditunda,” tuturnya.

Rinda memaparkan, Di Bawah Langit yang Bukan Milikku merupakan karya yang sangat personal. Buku bergenre memoar tersebut ditulis bukan untuk menjelaskan kehidupan, melainkan sebagai teman bagi proses hidup yang sedang ia jalani.

Baca Juga:
HUT Ke-3 Ketik.com, CEO Kiagus Firdaus Luncurkan Buku Anti Cerai Pasangan Kepala Daerah

“Buku ini tidak ditulis untuk menggurui tentang hidup, tetapi untuk menemani hidup yang sedang saya alami. Ia lahir dari kesadaran, tanpa menjadikan luka sebagai identitas dan tanpa menjadikan pengalaman sebagai alat untuk menghakimi siapa pun,” jelasnya.

Sementara itu, buku Koi-dari Kolam Kaisar ke Nusantara hadir dari jalur yang berbeda. Karya tersebut berangkat dari riset lintas disiplin, mulai dari sejarah, biologi, budaya, hingga ekonomi, yang kemudian berkembang menjadi refleksi tentang relasi manusia dengan makhluk hidup lain.

“Dalam buku ini, koi saya hadirkan sebagai subjek, bukan objek. Ia adalah makhluk hidup yang bisa menjadi arsip peradaban dan mengingatkan kita bahwa manusia dapat belajar memahami dirinya melalui alam di sekitarnya,” katanya.

Menurut Rinda, perbedaan karakter kedua buku justru merepresentasikan kompleksitas pengalaman perempuan. Ia menilai perempuan tidak hidup dalam satu lapisan batin, melainkan berpikir dan memaknai hidup dari berbagai arah secara bersamaan.

“Perempuan tidak hidup dalam satu lapisan batin. Kita berpikir, merasakan, mengamati, dan memaknai hidup dari banyak arah sekaligus. Dua buku ini adalah cara saya menghormati konteks tersebut,” ujarnya.

Ia menegaskan, peluncuran dua buku tersebut bukan sekadar peristiwa literasi, melainkan penanda bahwa penulisan perempuan dapat berjalan berdampingan, saling bersinggungan, dan tetap terhubung meski lahir dari pendekatan yang berbeda.

“Bagi saya, ini bukan sekadar dua buku, tetapi penanda bahwa penulisan perempuan bisa berjalan paralel. Karena hidup memang tidak pernah satu jalur, ia selalu bergerak antara yang kita rasakan di dalam dan yang kita hadapi di luar,” katanya.

Rinda juga mengungkapkan latar belakangnya sebagai mantan dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan di Universitas Brawijaya (UB) yang sempat dijalani selama sekitar dua setengah tahun.

Saat ini, ia memilih fokus sebagai ibu rumah tangga dan memanfaatkan waktu luang untuk menulis.

“Sekarang saya fokus mengurus anak. Menulis saya lakukan di sela-sela waktu luang,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Demi Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Jemaah Wanita Ini Jalan Kaki 2,7 Km ke Venue Stadion Gajayana Kota Malang

Baca Selanjutnya

Malam Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Seskab Letkol Teddy dan Emil Dardak Nobar Timnas di Malang

Tags:

Rinda Puspasari Peluncuran Buku Di Bawah Langit yang Bukan Milikku Koi-dari Kolam Kaisar ke Nusantara

Berita lainnya oleh Dafa Wahyu Pratama

Penguatan Data Desa Digeber, Pemkot Batu Targetkan Kebijakan Lebih Akurat

14 April 2026 22:03

Penguatan Data Desa Digeber, Pemkot Batu Targetkan Kebijakan Lebih Akurat

Batu Secret Zoo Punya Anggota Baru, Bayi Bekantan Lahir Alami

14 April 2026 18:10

Batu Secret Zoo Punya Anggota Baru, Bayi Bekantan Lahir Alami

Anggaran Rp105 Juta, DLH Kota Batu Bangun Jogging Track di Taman Hutan Kota Bondas

14 April 2026 16:11

Anggaran Rp105 Juta, DLH Kota Batu Bangun Jogging Track di Taman Hutan Kota Bondas

Mikutopia Hadirkan Paket Rombongan Mulai Rp65 Ribu, dari Budidaya Jamur hingga Outbound Seru

14 April 2026 15:18

Mikutopia Hadirkan Paket Rombongan Mulai Rp65 Ribu, dari Budidaya Jamur hingga Outbound Seru

Penertiban Kabel Semrawut, Pemkot Batu Siapkan Regulasi Baru

14 April 2026 15:14

Penertiban Kabel Semrawut, Pemkot Batu Siapkan Regulasi Baru

Kompak Bangun Kota Batu! Duet Nurochman–Heli Contoh Harmoni Kepemimpinan di Jawa Timur

13 April 2026 17:55

Kompak Bangun Kota Batu! Duet Nurochman–Heli Contoh Harmoni Kepemimpinan di Jawa Timur

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar