Ribuan Honorer Tunggu Nasib, DPRD Sidoarjo Bahas Langkah Ini

Jurnalis: Fathur Roziq
Editor: Marno

4 Jul 2023 00:51

Thumbnail Ribuan Honorer Tunggu Nasib, DPRD Sidoarjo Bahas Langkah Ini
Para guru menerima petikan SK pengangkatan sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada Juni 2022 lalu. (Foto ilustrasi: Kominfo Sidoarjo)

KETIK, SIDOARJO – Komisi A DPRD Sidoarjo mempertanyakan kebijakan Pemkab Sidoarjo terkait status pegawai honorer di instansi pemerintah. Jumlahnya ribuan orang. Sebab, sempat muncul rencana penghapusan pegawai honorer di pusat dan di daerah. Pemerintah pusat memang menyiapkan beragam rencana. Namun, belum ada kepastian.  

Wacana penghapusan tenaga tonorer tetap itu berdasar Undang-Undang tentang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) Nomor 5 Tahun 2014 dan Surat Edaran bernomor B/185/M.SM.02.03/2022 yang diundangkan pada 31 Mei 2022. Status tenaga honorer bakal dihapus pada 28 November 2023 mendatang.

Di Kabupaten Sidoarjo, jumlah tenaga honorer mencapai sekitar 8.000 orang. Mereka bekerja di berbagai instansi. Mulai unit pelaksana teknis sekolah dasar (UPT SD), UPT SMP, kecamatan-kecamatan, puskesmas, rumah sakit, badan, dinas, maupun sekretariat daerah dan sekretariat DPRD.

Wakil Ketua Komisi A (Hukum dan Pemerintahan) DPRD Sidoarjo H Haris SPi MSi mendorong para tenaga honorer itu dimasukkan sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) saja. Sebab, kalau mereka diputus kontrak tanpa solusi yang jelas, pemerintahan bisa lumpuh.

Baca Juga:
Anggota DPRD Sidoarjo Rafi Wibisono Ungkap Aset Pemkab Jadi TPS Sampah Liar

Menurut legislator Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, di beberapa instansi, jumlah tenaga honorer justru lebih banyak daripada pegawai yang berstatus ASN (aparatur sipil negara). Kecamatan Waru, misalnya. Di Waru, jumlah ASN hanya sekitar 30 persen. Tenaga honorernya malah sekitar 70 persen.

”Kami ingin tahu bagaimana rencana Pemkab Sidoarjo terkait kebijakan pusat ini,” kata Haris yang asal Desa Tambakoso, Waru, ini. Pada Selasa (4/7/2023), Komisi A berencana melakukan rapat dengan Pemkab Sidoarjo.

Yang terbanyak, tenaga honorer bekerja di UPT SD se-Sidoarjo. Ada 2.400 lebih orang. Di UPT SMP ada sekitar 800 orang. RSUD Sidoarjo mempekerjakan 1.000 lebih tenaga honorer. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) ada 700 lebih tenaga honorer. Dinas Perhubungan sekitar 300 orang. Di instansi lain, ada belasan, puluhan, hingga ratusan honorer.

Sebagian telah mengikuti seleksi penerimaan PPPK dan diumumkan pada Mei 2023 lalu. Sebagian lain memilih tidak mengikuti seleksi itu. Ada yang rencana bekerja di tempat lain saja. Sebab, mereka khawatir masa kerja tidak dihitung. Juga tidak ada jaminan penghasilan dan nasib untuk masa depan.

Baca Juga:
Empat Posisi di BPR Delta Artha dan PT Aneka Usaha Sidoarjo ”Terlarang” untuk Pengurus Parpol

Foto Para guru menerima petikan SK pengangkatan sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada Juni 2022 lalu. Formasi PPPK menjadi salah satu solusi bagi nasib tenaga honorer. (Foto ilustrasi:  Kominfo Sidoarjo)Para guru menerima petikan SK pengangkatan sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada Juni 2022 lalu.

Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB) memang telah memastikan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) masal terhadap tenaga honorer. Ada berbagai formula yang disiapkan. Namun, hingga saat ini, belum jelas rencana apa yang akan diterapkan.

Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Machmud belum bersedia memberikan penjelasan tentang kebijakan ini. Saat ditanya setelah rapat paripurna di DPRD Senin sore (3/7/2023), pejabat yang juga Camat Taman itu berlalu meninggalkan wartawan.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Andjar Surjadianto hanya menjawab singkat. Dia mengatakan, kebijakan pemerintah pusat tentang rencana terhadap para pegawai honorer tersebut masih berubah-ubah.

”Belum pasti,” katanya setelah mendampingi Bupati Ahmad Muhdlor dalam sidang paripurna Senin (3/7/2023). (*)

 

Baca Sebelumnya

Ponorogo Hebat, Unesco Segera Sidangkan Reog Sebagai Warisan Budaya Takbenda, Simak Jadwalnya

Baca Selanjutnya

Ini yang Terjadi Jika Reog Ponorogo Ditetapkan Unesco sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia

Tags:

honorer PPPK Pemkab Sidoarjo Kemen PANRB

Berita lainnya oleh Fathur Roziq

Anggota DPRD Sidoarjo Rafi Wibisono Ungkap Aset Pemkab Jadi TPS Sampah Liar

15 April 2026 11:17

Anggota DPRD Sidoarjo Rafi Wibisono Ungkap Aset Pemkab Jadi TPS Sampah Liar

DLHK Sidoarjo Tindak TPS Liar di Jabon Sidoarjo

15 April 2026 10:07

DLHK Sidoarjo Tindak TPS Liar di Jabon Sidoarjo

DPRD Sidoarjo Ingatkan Komisaris-Direksi BPR Delta Artha dan Aneka Usaha

14 April 2026 08:21

DPRD Sidoarjo Ingatkan Komisaris-Direksi BPR Delta Artha dan Aneka Usaha

Empat Posisi di BPR Delta Artha dan PT Aneka Usaha Sidoarjo ”Terlarang” untuk Pengurus Parpol

14 April 2026 06:52

Empat Posisi di BPR Delta Artha dan PT Aneka Usaha Sidoarjo ”Terlarang” untuk Pengurus Parpol

Dicari! Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo, Seperti Apa Seleksinya?

11 April 2026 06:49

Dicari! Direksi BPR Delta Artha dan Direktur PT Aneka Usaha Sidoarjo, Seperti Apa Seleksinya?

Pemkab Sidoarjo Berikan Layanan Kesehatan Bermartabat demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

11 April 2026 05:48

Pemkab Sidoarjo Berikan Layanan Kesehatan Bermartabat demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar