KETIK, CILACAP – DPD Partai Golkar Kabupaten Cilacap resmi membentuk kepengurusan baru untuk periode 2025-2030 dengan komposisi yang didominasi generasi muda.

Ketua DPD Golkar Cilacap, Teti Rohatiningsih, menyusun formasi kepengurusan dengan porsi 65 persen kader muda dan 35 persen kader senior.

Langkah ini diambil sebagai upaya memberi ruang lebih luas bagi generasi muda dalam menggerakkan roda organisasi.

Pembentukan kepengurusan tersebut mendapat respons positif dari Dewan Pertimbangan DPD Golkar Cilacap, Bambang Sri Wahono.

Baca Juga:
Mandi di Pantai Bleberan, Bocah 11 Tahun di Cilacap Tewas Tenggelam

“Alhamdulillah pengurus DPD Partai Golkar Cilacap sudah terbentuk terdiri dari 65 persen generasi muda dan 35 persen senior. Sebagai penerus, kader muda harus punya kualitas jempol,” ujarnya, Selasa, 21 April 2026.

Ia menjelaskan konsep “ilmu jempol” yang dimaksud mencakup sikap jujur, ringan tangan dalam melayani masyarakat, patuh terhadap aturan, serta cekatan dalam mencari dan membina kader baru.

Menurutnya, semangat kader muda yang mengedepankan nilai tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.

“Dengan kader jempol, Golkar Cilacap optimistis bisa menambah kursi dan target 12 kursi dapat tercapai,” katanya.

Baca Juga:
Resmi Pimpin PP Cilacap 2026-2031, Rio Aditya Fokus Sinergi dengan Pemkab Entaskan Pengangguran

Bambang juga menilai Golkar sebagai partai besar yang telah mendapat kepercayaan masyarakat dalam menyerap aspirasi.

Kepercayaan tersebut, kata dia, harus dijaga dengan kerja keras dan pengabdian nyata.

“Kepercayaan ini menjadi pemicu bagi kader untuk bekerja keras, ikhlas, tegas, tuntas, dan berkualitas,” ujarnya.

Ia pun berharap kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Teti Rohatiningsih mampu solid dan produktif dalam mencapai target politik, termasuk meraih kursi Ketua DPRD Cilacap.

“Target itu harus dikejar. Golkar adalah partai besar, terutama dalam Pilkada kita sering menjadi pemenang,” ucapnya.

Sebagai langkah konkret, pembinaan kader akan digencarkan mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa dan kelurahan. Upaya ini diharapkan melahirkan kader yang militan, solid, kreatif, dan inovatif.

Bambang juga mengingatkan bahwa kemenangan politik bukan tujuan akhir, melainkan harus diiringi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Eksistensi Golkar harus dipertahankan, tapi yang utama partai harus bermanfaat bagi masyarakat, bukan memanfaatkan. Golkar harus terus hadir sebagai solusi,” tandasnya.(*)