KETIK, TUBAN – Momen bulan Agustus 2026, sejumlah pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tuban resah. Hal ini dipicu maraknya aksi oknum mengatasnamakan insan media dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mendatangi lokasi SPPG untuk meminta sumbangan dana.

Para oknum ini memanfaatkan momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia serta agenda rapat kerja organisasi untuk menyodorkan proposal partisipasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, modus operandi yang dijalankan para oknum cenderung seragam. Mereka mendatangi dapur SPPG secara Gerombolan menggunakan kendaraan roda empat berplat nomor luar daerah, melengkapi diri dengan kartu identitas, baju berlogo mirip instansi hukum, serta proposal permohonan dana.

Terbaru salah satu sasaran aksi berlokasi wilayah kecamatan Bancar tepatnya di SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari Kayen. Salah satu relawan SPPG setempat, Zudin, mengungkapkan bahwa lokasi tempatnya bekerja sempat didatangi oleh tiga orang yang mengaku dari media dan LSM menggunakan mobil kendaraan berwarna merah.

"Kemarin ada empat orang datang, mengaku dari media dan LSM. Bilangnya untuk sumbangan dan liputan kegiatan SPPG. Kami jadi bingung, karena tidak ada pemberitahuan resmi dari YKB dan rata-rata pakai kendaraan plat luar daerah," ujar Zudin, Kamis 13 Agustus 2026.

Baca Juga:
Cekcok Berujung Penusukan, Mantan Ketua PAC PDI Perjuangan Singgahan Tuban Dilarikan ke Rumah Sakit

Kondisi serupa dialami pengelola dapur SPPG di wilayah Penidon 2 Kecamatan Plumpang, maupun SPPG Pengkok Kedungombo 1, SPPG Sukolilo 2 Tuban dan SPPG Sukolilo 1 kawasan Kota Tuban, sampai merambah di wilayah Kecamatan Singgahan.

Asisten Lapangan (Aslap) SPPG di kecamatan Singgahan, Ulin, membeberkan bahwa para oknum mengatasnamakan media maupun LSM ini menyodorkan proposal ke pihak pengelola dapurnya.

"Ada kemarin kami disodori proposal. Kami lihat dari daftar, rata-rata dapur SPPG lain kena sumbangan tersebut. Nilainya variatif, antara Rp250 ribu sampai Rp400 ribu," kata Ulin, Rabu 12 Agustus 2026.

Ia menambahkan, meski oknum yang mendatangi lokasinya mengaku berasal dari wilayah Soko, Tuban, pihak SPPG sebelumnya juga pernah mendatangi rombongan berbeda dengan kendaraan berplat nomor luar daerah yang mengusung tujuan serupa.

Baca Juga:
BGN Tegaskan SLHS Menjadi Syarat Mutlak Operasional SPPG

"Terkadang ada yang rombongan mobil silaturahmi ke dapur juga mengaku media dan LSM yang minta sumbangan," tutupnya 

Di tengah ketatnya regulasi dan standar operasional prosedur dari Badan Gizi Nasional (BGN), maraknya aksi penarikan sumbangan menimbulkan ketakutan tersendiri bagi para mitra dan pengelola dapur. Mereka khawatir apabila permohonan sumbangan ditolak, oknum tersebut mengancam memberitakan negatif tanpa keabsahan maupun legalitas hasil karya jurnalistik yang dapat merugikan dapur. (*)