KETIK, PEMALANG – Ratusan warga Desa Bodeh, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, berkumpul di balai desa setempat, dalam rangka mengikuti tradisi sedekah bumi yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan.
Kegiatan yang didominasi kaum emak-emak ini terlihat semarak.
Warga membawa nasi lengkap dengan lauk pauk menggunakan ancak atau wadah bambu berbentuk persegi sebagai simbol rasa syukur atas hasil bumi dan rezeki yang diperoleh.
Kepala Desa Bodeh, Ahmad Subekhi, mengatakan bahwa sedekah bumi merupakan tradisi tahunan yang rutin digelar.
Namun, tahun ini memiliki makna tambahan karena sekaligus menjadi bentuk syukuran atas pengadaan dua unit kendaraan milik Koperasi Desa Merah Putih.
Baca Juga:
Fogging Cegah DBD, Pemdes Ampelgading Pemalang Gerak Cepat Lindungi Warga“Tradisi ini sebagai ungkapan rasa syukur dan dilaksanakan tiap tahun. Sekaligus juga syukuran dua unit kendaraan koperasi desa merah putih, yakni mobil truk dan bak,” ujarnya, Kamis, 30 April 2026.
Acara tersebut turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pemalang, Bagus Sutopo, perwakilan Pemerintah Kecamatan Bodeh, Ketua Koperasi Desa Merah Putih Casmito, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bagus Sutopo mengapresiasi kekompakan warga Desa Bodeh yang dinilai mampu menjaga tradisi sekaligus memperkuat kebersamaan.
Baca Juga:
Stasiun Comal Kembali Beroperasi, Permudah Akses dan Dongkrak Ekonomi Lokal“Tidak semua desa bisa guyub rukun seperti ini. Bapak Ibu, sebentar lagi pilkades. Saya harap tetap menjaga kerukunan seperti ini meskipun berbeda pilihan,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Desa Merah Putih, Casmito, mengajak masyarakat untuk bergabung menjadi anggota koperasi.
Ia menyebutkan bahwa pendaftaran cukup terjangkau, yakni Rp60 ribu, dengan rincian simpanan pokok Rp50 ribu dan simpanan wajib Rp10 ribu.
“Monggo bapak ibu bisa disampaikan kepada saudara atau anaknya yang ingin gabung. Minimal usia 17 tahun. Tidak rugi menjadi anggota karena ada pembagian sisa hasil usaha,” jelasnya.
Kegiatan sedekah bumi ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga memperkuat solidaritas warga serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui koperasi.(*)