Ratusan Umat Islam di Perbatasan Jember-Bondowoso Gelar Salat Id Lebih Awal, Ini Alasannya

Jurnalis: Muhammad Hatta
Editor: Muhammad Faizin

30 Mar 2025 15:25

Thumbnail Ratusan Umat Islam di Perbatasan Jember-Bondowoso Gelar Salat Id Lebih Awal, Ini Alasannya
KH Ali Wafa, pengasuh Pondok Pesantren Mahfilud Dluror, Jelbuk, Jember. (Atta/ Ketik.co.id)

KETIK, JEMBER – Ratusan masyarakat dan santri Ponpes Mahfilud Dluror di Desa Suger, Kecamatan Jelbuk, Jember. Menggelar ibadah Salat Id dan merayakan Lebaran atau Idul Fitri 1 Syawal 1446 H lebih awal hari ini, Minggu, 30 Mare 2025. 

Penetapan Idulfitri oleh pesantren ini sehari lebih awal, dibandingkan dengan penetapan pemerintah yakni Senin, 31 Maret 2025, besok. 

Ratusan masyarakat maupun santri Ponpes Mahfilud Dluror. Tetap menjalani ibadah puasa Ramadan secara penuh selama 30 hari. Karena untuk mengawali puasa juga lebih dulu dibandingkan pemerintah, yakni 28 Februari 2025.

Terkait hal ini, Pimpinan Pondok Pesantren Mahfilud Dluror KH Ali Wafa mengatakan penetapan ibadah puasa yang dilakukan berdasarkan sistem perhitungan (hisab), dengan merujuk pada kitab Najhatul Majalis, karya Syaikh Abdurrahman As-Sufuri Asy-Syafii. Sistem tersebut bernama sistem Khumasi.

Baca Juga:
Target Nol Kemiskinan Ekstrem 2029, Bupati Jember Dorong Optimalisasi Hutan Sosial

 

Foto KH Ali Wafa, pengasuh Pondok Pesantren Mahfilud Dluror, Jelbuk, Jember. (Atta/ Ketik.co.id)KH Ali Wafa, pengasuh Pondok Pesantren Mahfilud Dluror, Jelbuk, Jember. (Atta/ Ketik.co.id)

 

“Di pesantren ini, Insyaallah sudah dilakukan sejak tahun 1911, saat pesantren ini dipimpin oleh kakek saya, KH Muhammad Sholeh. Beliau berguru kepada KH Abdul Hamid Misbat, dari Pondok Pesantren Banyuanyar, Madura,” tutur pria yang juga akrab disapa Lora Ali Wafa ini, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan usai melaksanakan Salat Id.

Baca Juga:
Perkuat Pendidikan Keagamaan, Mas Heli Dukung Pembangunan Ponpes dan MI Baiturrahman Sumberbrantas

Lora Ali Wafa menjelaskan, pada intinya sistem Khumasi menetapkan awal puasa dan lebaran selisih lima hari dari penetapan tahun sebelumnya. 

"Sistem ini dikemukakan oleh Imam Ja’far Ash-Shodiq, salah satu keturunan Nabi Muhamamd SAW. Kitab Najhatul Majalis ini setebal 246 halaman, mencakup berbagai hal, tidak hanya soal awal puasa dan lebaran,” ulasnya.

Dengan berpedoman pada kitab tersebut, lanjutnya, penetapan bulan Ramadan san Syawal bisa ditentukan sejak jauh-jauh hari.

"Dengan membuat satu kali penetapan untuk jangka waktu 8 tahun atau sewindu. Dari perhitungan ini, tidak selalu berbeda dengan pemerintah. Dalam lima tahun, ada setidaknya 2 hingga 3 kali lebaran yang sama,” ucap pria alumnus Pondok Pesantren Bata-bata Pamekasan, Madura itu.

Terkait perayaan Idul Fitri lebih awal dari pemerintah itu. Ratusan jemaah yang melaksanakan ibadah Salat Id tidak hanya dari wilayah setempat. Diketahui juga ada dari daerah lain, karena lokasi Ponpes Mahfilud Dluror berada tepat di perbatasan antara Kabupaten Jember-Bondowoso.

"Saya dan keluarga ikut Salat Id di sini, karena ikut hitungan pak Kiai. Saya dulu mondok di sini (Ponpes Mahfilud Dluror)," kata warga asal Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Subhan saat dikonfirmasi terpisah.

"Saya meyakini perhitungan pak Kiai. Sudah sesuai, karena puasanya ya kalau tidak 29 hari, ya 30 hari. Tidak mungkin 28 hari. Tidak ada larangan dalam Islam ada perbedaan, yang salah ya yang tidak puasa," sambungnya dengan berkelakar.

Baca Sebelumnya

Keteladanan Menteri Agama

Baca Selanjutnya

Pencuri Spesialis Rumah Kosong di Gondanglegi Ternyata Mantan Ayah Tiri Korban

Tags:

Jember Bondowoso lebaran Salat Id lebih awal versi pemerintah pondok pesantren Mahfilud Dluroro

Berita lainnya oleh Muhammad Hatta

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

5 April 2026 21:15

Kebakaran di Permukiman Padat Jember, 3 Rumah Terdampak, Kerugian Capai Rp100 Juta

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

4 April 2026 11:51

Video Percikan Api Lokomotif Viral di TikTok, KAI Pastikan Bukan Kebakaran

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

4 April 2026 11:25

Diduga Terpeleset Saat Menimba Air, Perempuan di Puger Jember Tewas Tercebur Sumur

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

4 April 2026 11:00

Terungkap, Dugaan Bullying Siswa SMA di Jember Dipicu Voice Note dan Konflik Lama

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

4 April 2026 10:00

Korban Bullying di Jember Alami Trauma, Dinsos Libatkan Psikolog

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

4 April 2026 09:05

Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H