KETIK, SIDOARJO – Sebanyak 293 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa, 1 Agustus 2026.
Jumlah tersebut bertambah dari pendataan sebelumnya yang menyebut sedikitnya 120 santri mendapatkan perawatan medis.
Hingga malam, proses penanganan dan pendataan terhadap para santri masih berlangsung.
Dugaan keracunan terjadi setelah para santri mengonsumsi makanan program MBG.
Makanan yang disantap para santri diketahui bersumber dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.
Baca Juga:
Tujuh Wakil Jatim Sabet Penghargaan Wana Lestari Nasional 2026, Khofifah Beri PujianSalah satu fasilitas kesehatan yang menjadi rujukan penanganan adalah RSI Siti Hajar Sidoarjo.
Sebelumnya, sedikitnya 60 santri dilaporkan telah dibawa ke rumah sakit tersebut, dengan pasien terus berdatangan hingga malam hari.
Dugaan insiden bermula setelah para santri mengonsumsi makanan usai menunaikan salat zuhur.
Memasuki waktu asar, sejumlah santri mulai mengeluhkan kondisi sakit.
Baca Juga:
Kabar Duka, Kepala OJK Jawa Timur Yunita Linda Sari Meninggal Dunia di Usia 56 TahunKondisi tersebut kemudian memburuk selepas waktu magrib.
Para santri dievakuasi menggunakan puluhan armada ambulans menuju sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.
Situasi di sekitar Pondok Pesantren Manbaul Hikam juga mendapatkan pengamanan dari aparat.
Personel TNI bersama anggota Banser disiagakan di sejumlah titik di area pesantren.
Petugas gabungan turut mengatur arus lalu lintas ambulans yang keluar-masuk pesantren untuk membawa para santri ke rumah sakit rujukan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti dugaan keracunan massal tersebut belum dapat disimpulkan.
Pihak berwenang bersama tim medis masih melakukan penelusuran, pendataan korban, serta pengujian sampel makanan di laboratorium.(*)