KETIK, GRESIK – Suasana berbeda terlihat di kawasan Bandar Grisse, Kabupaten Gresik, Selasa, 26 Mei 2026 sore. Ratusan kambing kurban dari berbagai jenis memadati area untuk mengikuti ajang unik bertajuk “Festival Qurban Grissee Runners 1K”.

Dalam kegiatan tersebut, kambing-kambing milik peternak diajak berlari dan diarak mengelilingi kawasan sejauh sekitar satu kilometer bersama para pemiliknya. Aksi tak biasa ini pun menyedot perhatian masyarakat yang memadati lokasi acara.

Festival tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan potensi peternakan kambing dan domba unggulan asal Gresik menjelang Hari Raya Iduladha.

Kepala Dinas Pertanian Gresik, Eko Anandito Putro, mengatakan, kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana promosi untuk memperkuat sektor peternakan daerah.

“Ajang ini menjadi bentuk promosi bahwa Gresik memiliki kambing dan domba berkualitas yang mampu bersaing,” ujarnya.

Baca Juga:
Cara Unik Satpol PP Gresik Berkurban, Sapi Setengah Ton Hasil Patungan 265 Anggota Diarak Bersama Menuju Kantor MUI

Tak hanya menghadirkan lomba lari kambing, festival juga diramaikan dengan pameran ternak, edukasi kesehatan hewan, hingga sosialisasi peternakan kepada masyarakat.

"Edukasi kesehatan hewan menjadi bagian penting dalam festival tersebut agar masyarakat semakin memahami pentingnya kualitas dan kesehatan ternak, khususnya menjelang Iduladha," ungkapnya.

Salah Satu Peserta Festival Qurban Runners Grissee 1K di Bandar Grissee, Gresik, Selasa, 26 Mei 2026 (Foto: Daniel Andayawan/Ketik.com)

Sementara itu, perwakilan peternak kambing, H. Yazid, menyebut, antusiasme masyarakat dan peternak cukup tinggi meski kegiatan ini baru pertama kali digelar di Gresik.

Baca Juga:
Momentum Iduladha 2026, Lapas Kelas I Malang Bagikan Ratusan Paket Daging Kurban hingga ke Luar “Tembok”

Ia menjelaskan, festival dikemas dengan berbagai rangkaian acara untuk menarik perhatian masyarakat sekaligus memperkuat eksistensi peternak lokal

“Rangkaian kegiatannya ada pameran kambing, lelang kambing, hingga runner 1K,” jelasnya.

Ketua Indonesia Goat Breeders (IGB) Kabupaten Gresik tersebut mengungkapkan, kontes kambing runner menjadi daya tarik utama festival. Jumlah peserta yang terdaftar telah mencapai sekitar 150 ekor kambing dan diperkirakan terus bertambah jika diadakan setiap tahunnya nanti. 

“Yang sudah daftar sekitar 150 peserta, namun kemungkinan yang ikut lebih banyak di tahun depan,” imbuhnya.

Tak hanya berdampak pada sektor peternakan, festival regional ini juga memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk berkembang. Sejumlah pedagang turut memanfaatkan keramaian acara untuk membuka lapak dan meningkatkan penjualan.

Salah satu peserta asal Gresik, Nunung, mengaku senang bisa ikut meramaikan kegiatan ini. 

"Senang sekali bisa ikut untuk yang kedua kalinya, ramai antusiasme warga Gresik," katanya. 

Nunung juga memberikan hiasan kepada kambing kurbannya dengan seragam anak sekolah dasar. Hal ini menjadi sorotan penonton/masyarakat yang ikut melihat arak-arakan kambing ini. 

"Kan saya penjual seragam, selain ikut meramaikan juga memanfaatkan kegiatan ini sebagai ajang promosi usaha saya, apalagi mendekati momen kenaikan kelas. Karena itu, saya pakaikan kambing saya seragam anak sekolah," pungkasnya. (*)