Ramai Petisi Kartu Merahkan Budi Arie, 8 Ribu Orang Sudah Tanda Tangan

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Muhammad Faizin

28 Jun 2024 04:17

Thumbnail Ramai Petisi Kartu Merahkan Budi Arie, 8 Ribu Orang Sudah Tanda Tangan
Petisi Kartu Merahkan Budie Arie. (Foto: Tangkapan Layar change.org)

KETIK, SURABAYA – Kasus Pusat Data Nasional (PDN) yang terkena ransomware Brain Cipher masih belum pulih total, dan masih secara bertahap pulih. Masalah ini menguak bobroknya kinerja lembaga negara yang bertanggungjawab atas masalah ini, salah satunya adalah Menkominfo Budi Arie Setiadi.

Sorotan publik semakin menguat tertuju kepada menteri berlatar belakang relawan pendukung Jokowi dan tidak memiliki background keilmuan yang sesuai ini.

Salah satunya diwujudkan dengan petisi daring melalui laman change.org. Isinya menuntut Budi Arie mundur dari jabatannya.

Pantauan Ketik.co.id pukul 17.30 sejumlah 8.398 orang telah menandatangani petisi Kartu Merahkan Budi Arie, untuk target petisi ini sejumlah 10 ribu tanda tangan.

Baca Juga:
Termasif Implementasikan Tanda Tangan Elektronik, BSSN Ganjar Pemkab Bandung Be Award 2025

Pesan dari petisi ini adalah:

"Pak Menteri, cukuplah semua kelalaian ini, jangan jadikan data pribadi kami sebagai tumbal ketidak mampuan anda. Mundurlah. 

 

Dianggap Tak Kompeten

Baca Juga:
Budi Arie Isyaratkan Gabung Gerindra, Kader Cilacap Tegas Menolak: “Komitmen Bukan Momentum!”

Dalam petisi tersebut, banyak warganet uang menilai Menkominfo hingga pimpinan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), tidak kompeten untuk menjaga keamanan data siber penduduk.

Sejauh ini, pemerintah lewat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), BSSN hingga berbagai pihak terkait masih berjibaku untuk menangani serangan siber ini.

Puncaknya, PDNS mulai tidak bisa diakses sejak Kamis, 20 Juni 2024. Akibatnya, layanan publik yang menggunakan data dari PDNS pun tidak bisa diakses, termasuk layanan Imigrasi. 

Namun, meskipun serangan siber sudah terjadi selama tiga hari, pemerintah tidak segera menyampaikan situasi tersebut kepada publik.

Pemerintah h lebihingga kini lebih banyak diam dan tidak terbuka kepada publik tentang apa yang terjadi. Padahal, serangan siber dan dampaknya seharusnya termasuk informasi publik yang harus disampaikan dengan segera secara terbuka. (*) 

Baca Sebelumnya

Persebaya Maksimalkan Kekuatan di Anniversary Game, Munster: Lihat Kemampuan Semua Pemain

Baca Selanjutnya

Sosialisasi Bantuan Hukum Bagi Anggota KORPRI, Ini Harapan Bupati Asahan

Tags:

PDNS Pusat Data Nasional Sementara ransomware petisi kartu merah kartu merahkan budie arie Menkominfo Budi Arie Badan Siber dan Sandi Negara BSSN Change.org

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar