KETIK, JAKARTA – Dilaporkan puluhan tembakan terdengar di luar Gedung Putih satu jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan damai dengan Iran berada di tahap akhir, Sabtu sore waktu setempat, 23 Mei 2026 atau Minggu pagi WIB, 24 Mei 2026
Dilansir Hindustan Times, insiden penembakan di dekat Gedung Putih, Washington DC itu memicu respons besar-besaran dari aparat penegak hukum Amerika Serikat (AS). Terlebih, kejadian itu terjadi ketika Presiden Donald Trump berada di dalam gedung.
Insiden ini terjadi setelah sebelumnya Trump mengumumkan bahwa ia sedang mengerjakan kesepakatan Iran.
Detail Pertama Tersangka
Dilansir Fox News, pelaku penembakan adalah seorang pria dan insiden tersebut terjadi di sisi barat Gedung Putih. Menurut saluran berita tersebut, seseorang datang dan mengacungkan 'semacam pistol'.
Baca Juga:
Trump dan Netanyahu Ribut di Telepon: AS Ingin Negosiasi dengan Iran, Israel Ngotot Lanjut PerangPelaku penembakan yang diduga itu diyakini telah melepaskan tiga tembakan, dan kemudian para petugas keaamanan White House yang menjaga perimeter membalas tembakan tersebut. Dinas Rahasia kemudian 'menangkapnya', seperti yang dilaporkan Fox News.
Menurut laporan tersebut, seorang warga sipil diyakini terkena tembakan dalam kejadian itu. Laporan berita itu juga menambahkan bahwa terduga pelaku penembakan tidak pernah berhasil masuk ke dalam area Gedung Putih dan Presiden Trump dalam keadaan aman.
“Dua orang terkena tembakan di luar Gedung Putih — tersangka dan kemungkinan seorang warga sipil — dan dibawa ke rumah sakit,” tulis Jennifer Jacobs dari CBS News di X.
Dia menambahkan bahwa tersangka berada dalam kondisi kritis, sementara individu kedua berada dalam kondisi 'serius'.
Baca Juga:
Ini Lirik “Dai Dai” dari Shakira dan Burna Boy, Lagu Resmi FIFA World Cup 2026 AmerikaMenurut reporter tersebut, agen Secret Service ditembak dan membalas tembakan. Diyakini tidak ada agen yang terluka. (*)