KETIK, JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani cek kesiapan Sidang Tahunan (ST) MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI tahun 2026. Dalam pengecekan tersebut, Puan didampingi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Ketua DPD RI Sultan Bakhtiar Najamudin.

Ia pun menegaskan anggota DPR akan lebih khidmat mengikuti Sidang Tahunan yang akan digelar pada 14 Agustus mendatang. Puan bilang pihaknya telah berintrospeksi dan akan lebih menjaga diri agar lebih fokus mengikuti agenda kenegaraan tersebut.

Panitia penyelenggara ST MPR juga  memastikan telah mengevaluasi pemutaran lagi-lagu sepanjang acara untuk mengantisipasi aksi joget-joget peserta sidang pada 14 Agustus mendatang. Hal itu disamapaikan Sekretariat Jenderal DPD RI sebagai tuan rumah Sidang Bersama tahun ini

"Jadi insyaallah nanti pada hari H kami semua akan tentu saja akan lebih introspeksi, lebih khidmat, akan lebih bisa menjaga diri kami untuk bisa lebih fokus dalam mengikuti acara kenegaraan tersebut," ujar Puan usai meninjau persiapan sidang di kompleks parlemen, Rabu 13 Agustus 2026.

Meski begitu, dia menilai masyarakat patut berbahagia dan gembira menyambut hari kemerdekaan RI yang telah menginjak usia ke-81.

Menurut Puan, aksi joget-joget pada Sidang Tahunan MPR 2025, yang belakangan memicu gelombang demo besar-besaran, terjadi spontan karena suasana gembira. Meski begitu, semua peserta kala itu tetap khidmat mengikuti sidang dan pidato Presiden.

"Hanya saat kemudian mendengarkan lagu di saat penyampaian pidatonya sudah selesai, ya itu karena spontan. Jadi tidak ada hal yang kemudian membuat kami sepertinya tidak menghargai," ujarnya.

Hal senada disamapaikan, Kepala Biro Protokol, Humas, dan Media Sekretariat Jenderal DPD RI, Mahyu Darma. Ia mengatakan pihaknya tak mau aksi joget-joget kembali terulang dan memancing sentimen masyarakat.

Baca Juga:
Mohammad Iqbal, Sosok di Balik Jabatan Sekjen DPD RI dengan Segudang Pengalaman di Polri

"Kami sudah mengevaluasi, mungkin tidak kita lakukan [putar lagu-lagu memancing joget], gitu, sebenarnya, bukan ya, memang karena lagunya itu ya yang membawa, tapi kami juga menyadari, dan kita terus-menerus evaluasi," kata Mahyu di kompleks parlemen, Rabu (12/8/2026).

Menurut dia, lagu-lagu yang akan diputar selama acara akan diprioritaskan hanya untuk lagu-lagu nasional dan daerah. Namun, lagu-lagu tersebut akan diputar di luar rundown acara yang telah disiapkan.

Menurut Mahyu, panitia ingin memastikan acara berlangsung khidmat dan merepresentasikan sebagai acara kenegaraan.

"Nah, ini yang kita ini, sehingga, itu evaluasi kami, sehingga acara tersebut hikmat, hikmat terhadap pelaksanaannya semua," katanya.

Baca Juga:
Viva Yoga Dapat Curhatan Permasalahan Minimnya Infrastruktur di Kawasan Transmigrasi Subulussalam

Di sisi lain, Mahyu menyebut dekorasi gedung yang disiapkan untuk sidang tahunan juga dibuat sederhana. Dia berharap sidang tahunan MPR kali ini tetap menjadi yang terbaik.

"Karena kondisi Indonesia ini juga kita tidak seperti dulu-dulu, dan memang ini, pada saat ini, kan kita menginginkan bagaimana dekorasi ini tetap bagus tapi sederhana," katanya.

Sebelumnya, tingkah anggota DPR yang berjoget ketika Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD menjadi sorotan publik belakangan ini.

Ratusan legislator Senayan itu berjoget-joget mengikuti iringan lagu daerah, Sajojo dan Fa Mi Re di sesi penutupan sidang yang dihelat pada Jumat, 15 Agustus 2025 silam.

Imbas kasus joget dan pernyataan rakyat ‘tolol’ memicu aksi demonstrasi besar-besaran di Gedung DPR/MPR dan kerusuhan di berbagai daerah.

Ada lima anggota DPR yang dinonaktifkan ketika itu, yakni Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari Fraksi NasDem, Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir dari Fraksi Golkar, Surya Utama atau Uya Kuya serta Eko Patrio dari Fraksi PAN.

Namun kelima anggota tersebut akhirnya kembali aktif di DPR RI. Tetapi Adies Kadir kemudian mundur dari DPR, karena terpilih sebagai Hakim Konstiitusi Mahkamah Konstitusi. Keanggotaanya di DPR, kemudian digantikan anaknya Adela Kanasya Adies

Penyampaian RAPBN 2027

Dalam kesempatan ini, Ketua DPR Puan Maharani mengatakan, Sidang Tahunan merupakan agenda setiap tahun yang digelar parlemen dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI. Terdapat rangkaian acara di parlemen yakni Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI.

“Sidang tahunan pada tahun ini Insyaallah akan dilaksanakan pada tanggal 14 Agustus hari Jumat pada pukul 08.30 sampai dengan pukul 11.00 WIB,” kata Puan.

Sidang Tahunan yang akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan banyak tokoh Negara itu akan digelar di Gedung Nusantara atau Gedung Kura-Kura di Kompleks Parlemen.

Rangkaian Sidang Tahunan biasanya digelar sehari sebelum peringatan HUT RI, yakni pada tanggal 16 Agustus. Namun karena tahun ini tanggal 16 Agustus jatuh di hari minggu atau hari libur, kata Puan, Sidang Tahunan dimajukan menjadi tanggal 14 Agustus.

“Jadi bukan dipindahkan, memang sesuai dengan aturan dilaksanakan pada hari kerja,” jelas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo akan menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato kenegaraan Presiden dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-81 dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD ini.

Usai Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, agenda dilanjutkan akan dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 yang diselenggarakan pada pukul 14.30 WIB. Puan akan memimpin jalannya sidang.

Di rapat paripurna tersebut, Presiden Prabowo akan menyampaikan pidato kenegaraan terkait nota keuangan serta Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027. Puan juga akan memberikan pidato pembukaan masa sidang DPR.

“Tentu saja kita berharap pada penyampaian RAPBN tahun anggaran 2027, kita akan mendengar bagaimana Pemerintah menyampaikan program-program prioritasnya yang tentu saja nanti akan bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara,” jelas Puan.

Saat memantau kesiapan pelaksanaan Sidang Tahunan, Puan tampak mengecek berbagai perlengkapan yang akan digunakan dalam acara, termasuk perangkat tata suara serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

“Insyaallah sudah siap 80%. Besok persiapan terakhir dan hari Jumat insyaallah semuanya sudah siap untuk bisa melaksanakan hal-hal yang memang sudah kami siapkan dari jauh-jauh hari bersama dengan rekan DPR dan DPD, dan insyaallah semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar,” papar mantan Menko PMK itu.

Menurut Puan, Sidang Tahunan di parlemen akan dihadiri oleh 1.200 undangan termasuk mantan presiden dan wakil presiden, serta jajaran Kabinet Pemerintahan, serta tamu kenegaraan seperti duta besar dari negara-negara sahabat.

Untuk tahun ini, Puan mengungkap ada tamu undangan khusus Presiden Prabowo. Mereka adalah perwakilan dari masyarakat penerima manfaat program-program Pemerintah.

“Presiden mempunyai 8 tamu undangan yang beliau ingin undang yaitu ada pelajar-pelajar, penerima manfaat dari Bapak Presiden, dan lain-lain. Delapan orang ini akan ikut hadir di acara tanggal 14 Agustus nanti,” ungkap Puan.

Puan mengatakan Sidang Tahunan akan digelar sama seperti tahun-tahun lalu. “Dekorasi dan lain-lain itu sebenarnya semuanya normatif saja, tidak ada yang berlebihan, semuanya sesuai saja, dan seperti tahun-tahun sebelumnya,” urainya.

Sebab, dalam rangka menyambut hari Kemerdekaan RI harus dirayakan deengan hati gembira, dengan suka cita, bahwa Indonesia sudah 81 tahun.

“Semuanya ya gembira dan bersuka cita, tidak ada hal yang tidak kita harapkan terjadi nanti. Dalam menyambut hari kemerdekaan harusnya kan kita bisa menyambutnya dengan gembira ya,” pungkasnya. (*)