KETIK, BATU – Pekerjaan Proyek Strategis Daerah (PSD) Simpang Empat Jalan Panglima Sudirman, Jalan Trunojoyo, Jalan Indragiri, dan Jalan Hasanudin (Patih) Kota Batu, masih berlangsung pada sejumlah bagian, mulai dari penataan simpang, drainase, pelebaran hingga perkerasan.

Dari dokumentasi udara yang dilakukan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu memperkirakan progres fisiknya berada di kisaran 45 persen.

Kepala DPUPR Kota Batu, Esty Dwiastuti, mengatakan angka tersebut merupakan gambaran kondisi pekerjaan ketika dokumentasi dilakukan.

“Progres fisik saat video diambil menggunakan drone, masih berada pada kisaran di bawah 50 persen sekitar 45 persen. Angka tersebut bersifat sebagai gambaran progres pada saat dokumentasi dilakukan dan masih dapat berubah mengikuti perkembangan pekerjaan di lapangan,” paparnya, Selasa, 29 September 2026.

Untuk menentukan capaian resmi, persentase pekerjaan tetap ditetapkan berdasarkan hasil pengukuran dan pemeriksaan sesuai mekanisme pengendalian proyek.

Baca Juga:
Tertibkan PKL Bandel di Zona Merah Alun-alun, Satpol PP Kota Batu Siap Pasang CCTV

Karena itu, hasil dokumentasi udara tidak menjadi dasar penetapan akhir progres pekerjaan.

“Untuk capaian resmi, persentase pekerjaan tetap mengacu pada hasil pengukuran, opname, pemeriksaan volume, serta administrasi pengendalian proyek sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Di lapangan, pekerjaan masih berjalan melalui sejumlah tahapan. Pelaksanaannya mencakup penataan area simpang, pekerjaan drainase, pelebaran, hingga perkerasan pada bagian yang telah masuk dalam rencana pekerjaan.

Pengawasan teknis juga terus dilakukan untuk memastikan pelaksanaan sesuai dengan perencanaan. Pemeriksaan mencakup gambar rencana, posisi dan elevasi, mutu material, dimensi pekerjaan, keselamatan kerja, serta perkembangan pekerjaan di lapangan.

Baca Juga:
Pria Depresi Asal Kota Batu Nyaris Akhiri Hidup di Jembatan Cangar, Berhasil Diselamatkan Warga

Selama pembangunan berlangsung, DPUPR memahami adanya ketidaknyamanan sementara yang dirasakan pengguna jalan dan masyarakat di sekitar lokasi. Meski demikian, setiap tahapan pekerjaan tetap diupayakan berlangsung secara tertib dan aman sesuai perencanaan.

“Kami memahami selama proses pembangunan berlangsung terdapat ketidaknyamanan sementara bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Namun setiap tahapan tetap diupayakan berjalan dengan tertib, aman, dan sesuai perencanaan,” ungkapnya.

Esty berharap pengerjaan yang berjalan secara bertahap tersebut terus menunjukkan perkembangan hingga penataan Simpang Empat Patih dapat memberikan kawasan yang lebih aman, tertata, dan nyaman bagi masyarakat Kota Batu.

“Sedikit demi sedikit, progres terus berjalan. Harapannya, penataan Simpang Empat Patih dapat menghadirkan kawasan yang lebih aman, tertata, nyaman, dan mendukung kelancaran pergerakan masyarakat Kota Batu,” pungkasnya.(*)