Profil Presiden Venezuela Nicolas Maduro: Mantan Sopir Bus yang Jadi Tahanan Amerika Serikat

Editor: Dendy Ganda Kusumah

3 Jan 2026 19:41

Headline

Thumbnail Profil Presiden Venezuela Nicolas Maduro: Mantan Sopir Bus yang Jadi Tahanan Amerika Serikat
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, mantan sopir bus yang kini ditahan Amerika Serikat. (Foto: instagram @nicolasmaduro)

KETIK, JAKARTA – Sebuah kejutan mengguncang percaturan politik dunia pada awal tahun 2026. Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Maduro ditangkap dengan tuduhan keterlibatan dalam perdagangan narkotika dan terorisme. 

Namun, tidak sedikit yang menduga bahwa langkah ini merupakan upaya Washington untuk membungkam tokoh-tokoh yang selama ini kritis terhadap kebijakan Amerika.

Lalu, siapakah sebenarnya Nicolas Maduro, sosok yang dikenal vokal menentang Amerika Serikat dan oleh kritikusnya disebut sebagai salah satu diktator terburuk dalam sejarah Venezuela?

Nicolas Maduro lahir di Caracas pada 23 November 1962, dalam keluarga kelas pekerja yang berhaluan kiri. Ayahnya, yang juga bernama Nicolas, merupakan tokoh buruh yang dikenal aktif memperjuangkan hak pekerja. Sementara, ibunya, Teresa, berdarah Kolombia.

Baca Juga:
Krisis Minyak Global Imbas Konflik Iran-AS, Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH

Kecintaan Maduro pada politik sudah muncul sejak remaja. Saat duduk di bangku Sekolah Menengah Liceo José Ávalos di El Valle, ia aktif dalam serikat pelajar. 

Setelah lulus sekolah, Maduro bekerja sebagai sopir bus di perusahaan Caracas Metro. Di tempat inilah ia mendirikan sebuah serikat buruh — sebuah langkah yang kemudian dilarang oleh manajemen perusahaan.

Pada usia 24 tahun, Maduro bersama rekan-rekan kirinya pergi ke Kuba untuk memperdalam pendidikan politik. Mereka belajar selama satu tahun di Escuela Nacional de Cuadros Julio Antonio Mella, sebuah lembaga pendidikan politik yang didirikan oleh Union of Young Communists.

Di Kuba, Maduro juga dipercaya oleh pemerintahan Fidel Castro sebagai agen, peran yang memperluas jaringan politiknya dan mempertemukannya dengan figur yang kelak menjadi mentor politiknya: Hugo Chávez.

Baca Juga:
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Pembicaraan Damai Segera Dimulai

Karier politik Maduro semakin menanjak ketika Hugo Chávez kembali terpilih sebagai Presiden Venezuela pada 2006. Chávez kemudian menunjuk Maduro sebagai Menteri Luar Negeri Venezuela, posisi yang dipegangnya selama beberapa tahun. Pada Oktober 2012, pasca pemilihan presiden, Maduro terpilih sebagai Wakil Presiden Venezuela, menjadikannya salah satu tokoh paling berpengaruh dalam pemerintahan.

Setelah Chávez meninggal pada 5 Maret 2013, Maduro mengambil alih tugas dan wewenang sebagai presiden. Ia menunjuk Jorge Arreaza sebagai wakil presiden menggantikannya. Karena kematian Chávez terjadi di tengah masa jabatan, Konstitusi Venezuela mewajibkan pemilihan presiden baru dalam waktu 30 hari. Maduro pun secara aklamasi ditetapkan sebagai calon dari Partai Sosialis.

Namun, langkah ini penuh kontroversi. Banyak tokoh oposisi menilai bahwa Maduro telah melanggar sejumlah pasal dalam Konstitusi — termasuk Pasal 229, 231, dan 233 — karena mengambil alih kekuasaan eksekutif tanpa melibatkan ketua Majelis Nasional sesuai prosedur yang seharusnya. Tuduhan pelanggaran konstitusional ini menambah polarisasi politik di Venezuela.

Dalam beberapa tahun terakhir, Maduro menjadi salah satu figur yang paling dibidik oleh pemerintahan Amerika Serikat. Beragam tuduhan dilayangkan kepadanya, dan AS bahkan melakukan beberapa operasi rahasia untuk mencoba menangkapnya — termasuk upaya membujuk pilot pribadi Maduro, Bitner Villegas, untuk berkhianat. Namun, semua upaya itu selalu gagal.

Akhirnya, pada 3 Januari 2026, Amerika Serikat melancarkan operasi terang-terangan. Pasukan khusus AS menangkap Maduro beserta istrinya, lalu menerbangkan mereka keluar dari wilayah Venezuela. (*)
 

Baca Sebelumnya

Formasi Baru DPC PDI Perjuangan Kota Malang Siap Warisi Api Marhaenisme, Berpihak ke Wong Cilik!

Baca Selanjutnya

Kondisi Tulang Sudah Tak Utuh, Polisi Ungkap Identitas Kerangka di Gunung Jinem Pacitan

Tags:

Nicolás Maduro Amerika Serikat Venezuela Presiden Venezuela Hugo Chavez Fidel Castro

Berita lainnya oleh Dendy Ganda Kusumah

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

13 April 2026 13:26

Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar Kunjungi Graha Ketik, Tekankan Peran Media Kawal Pembangunan

Mindful Living Tanpa Plastik

11 April 2026 20:13

Mindful Living Tanpa Plastik

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

9 April 2026 13:12

Hujan Deras Disertai Es Turun di Sawojajar Kota Malang

Timnas Futsal Indonesia Bungkam Australia 3-2, Segel Juara Grup ASEAN Futsal Championship 2026

8 April 2026 15:14

Timnas Futsal Indonesia Bungkam Australia 3-2, Segel Juara Grup ASEAN Futsal Championship 2026

AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Pembicaraan Damai Segera Dimulai

8 April 2026 12:16

AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Pembicaraan Damai Segera Dimulai

Dalberto Luan Belo Kembali, Arema FC Dapat Tambahan Amunisi Kala Menantang Persita Tangerang

8 April 2026 12:08

Dalberto Luan Belo Kembali, Arema FC Dapat Tambahan Amunisi Kala Menantang Persita Tangerang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar