KETIK, SUMENEP – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Lenteng Barat, Kabupaten Sumenep, terus menghadirkan program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kali ini, organisasi tersebut meluncurkan Program Bantuan Produktif Kambing dengan menyerahkan lima ekor kambing kepada warga sebagai penerima manfaat tahap pertama, Jumat, 19 Juni 2026.

Program yang diluncurkan di Kantor PRNU Lenteng Barat itu menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi warga NU agar lebih mandiri dan produktif.

Berbeda dengan bantuan sosial konsumtif yang manfaatnya hanya dirasakan dalam jangka pendek, bantuan produktif ini dirancang dengan sistem bergilir sehingga dapat menjangkau lebih banyak warga dari waktu ke waktu.

Ketua PRNU Lenteng Barat, K. M. Sukran Hamidy, menjelaskan bahwa kambing yang diberikan kepada penerima manfaat tidak perlu dikembalikan dalam bentuk uang maupun biaya lainnya.

Baca Juga:
Panen Berkah Muharram, Masjid Al-Akbar Surabaya Bagikan 1.000 Irisan Melon Gratis ke Jemaah

Namun, setelah kambing tersebut berkembang biak dan menghasilkan dua ekor anak, indukan kambing akan dialihkan kepada calon penerima manfaat berikutnya.

Sementara dua ekor anak kambing hasil pengembangbiakan menjadi milik penuh penerima manfaat pertama.

"Jika penerima manfaat pertama telah menghasilkan dua ekor anak kambing, maka induk kambing akan dipindah ke penerima berikutnya. Sedangkan anak kambingnya menjadi milik pengelola atau penerima manfaat," jelas Kiai Sukran.

Menurutnya, konsep bergilir tersebut akan membuat manfaat program terus berkembang dan dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Baca Juga:
Dosen Fakultas Syariah UIN Malang Buka Suara soal Perbedaan Penentuan 1 Muharram antara NU dan Pemerintah

Fokus pada Pemberdayaan Ekonomi

Kiai Sukran menegaskan, ke depan PRNU Lenteng Barat akan lebih banyak mengembangkan program pemberdayaan ekonomi dibanding bantuan konsumtif.

Menurutnya, bantuan seperti sembako memang dibutuhkan, namun manfaatnya hanya berlangsung sesaat. Sebaliknya, bantuan produktif mampu menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.

"Kami akan mengurangi bantuan konsumtif ke depan, seperti pemberian sembako. Itu akan habis dalam waktu pendek. Kami akan membantu warga yang mau produktif ke depan," katanya.

Ia menilai program tersebut sejalan dengan filosofi pemberdayaan masyarakat, yakni memberikan sarana untuk berkembang daripada sekadar bantuan sesaat.

"Falsafahnya, memberikan kail akan lebih mengajak orang lebih produktif daripada sekadar diberi ikan," tegasnya.

Program Pertama yang Bersifat Produktif

Bantuan Produktif Kambing menjadi program ekonomi pertama yang dijalankan PRNU Lenteng Barat setelah sebelumnya lebih banyak bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan.

Beberapa kegiatan yang pernah dilakukan antara lain khitanan massal untuk 50 anak, pembagian sarung, songkok dan Iqra', bantuan sembako, hingga perbaikan kaki jembatan di lingkungan masyarakat.

Peluncuran program tersebut bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang menghadirkan penceramah Kiai Habibullah Salman.

Dalam kesempatan itu, Kiai Habibullah memberikan apresiasi atas langkah PRNU Lenteng Barat yang dinilainya mampu menggabungkan dakwah keagamaan dengan pemberdayaan ekonomi umat.

"Saya salut dan mengapresiasi program Bantuan Produktif Kambing ini. Program ini merupakan komitmen keummatan yang kuat dalam pemberdayaan ekonomi warga NU. Semoga bisa ditiru oleh ranting yang lain," ujarnya.(*)