KETIK, JAKARTA
– Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kemenhaj RI Moh. Hasan Afandi, meminta agar meningkatkan kepedulian satu sama lain terutama terhadap jemaah lansia, disabilitas, dan perempuan.
Pernyataan ini disampaikan Hasan pada Jumat, 22 Mei 2026 dini hari Waktu Arab Saudi (WAS), menyusul ditemukannya satu jemaah meninggal dunia.
"Mari kita saling jaga satu sama lain terutama jemaah yang lansia, disabilitas, perempuan, maupun jemaah yang memiliki penyakit tertentu," katanya.
Selain meningkatkan kepedulian, Hasan juga mengajak seluruh jemaah dan petugas apabila melihat jemaah berjalan sendirian tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, maka segera antarkan ke petugas terdekat.
"Atau bisa juga lapor ke pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan kloter," katanya.
Karena jika itu dibiarkan, dikhawatirkan akan membuat jemaah hilang. Apalagi Arab Saudi saat ini, dipenuhi oleh jutaan jemaah dari berbagai negara di dunia.
Oleh karena itu, Hasan mengingatkan agar tidak membiarkan jemaah berjalan sendiri tanpa pendampingan, khususnya jemaah yang membutuhkan perhatian lebih.
“Jangan biarkan jemaah berjalan sendiri tanpa pendampingan. Kepedulian Bapak dan Ibu sekalian sangat penting untuk mengurangi kemungkinan jemaah tersesat atau terpisah dari rombongannya,” pungkasnya.
Sebelumnya, ada satu jemaah dilaporkan hilang sejak sepekan yang lalu. Ia bernama Muhammad Firdaus, dari kloter JKG 27 asal Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Pada Jumat, 22 Mei 2026 dini hari Waktu Arab Saudi (WAS), kakek berusia 72 tahun itu ditemukan meninggal dunia. Sebelum dilaporkan meninggal dunia, kakek itu sempat dilaporkan hilang dari hotelnya dan dilakukan pencarian di Arab Saudi. (*)
Prioritaskan Jemaah Lansia dan Disabilitas, Menhaj: Mari Kita Saling Jaga
23 Mei 2026 • 15:41
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh. Hasan Afandi. (Foto: Kemenhaj)
Tags:
Haji Indonesia Jemaah Haji Lansia Jemaah Disabilitas Ketik Haji Haji 2026
Berita Lainnya oleh Hanifuddin Musa