Presiden Prabowo Sentil Kerja BUMN Lambat, Nasim Khan Beberkan Alasan dan Solusinya

Jurnalis: Heru Hartanto
Editor: Muhammad Faizin

18 Jun 2025 18:58

Thumbnail Presiden Prabowo Sentil Kerja BUMN Lambat, Nasim Khan Beberkan Alasan dan Solusinya
Anggota Komisi VI DPR RI HM Nasim Khan, Rabu 18 Juni 2025 (Foto: Heru Hartanto / Ketik)

KETIK, SITUBONDO – Anggota Komisi VI DPR RI HM Nasim Khan turut menanggapi pernyataan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menyentil kinerja BUMN Karya lebih lambat dan lebih boros dibanding perusahaan swasta, Rabu 18 Juni 2025.

Ia punya penilaian mengapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sering dianggap lebih boros dibanding perusahaan swasta. “Tujuan BUMN berbeda dengan perusahaan swasta dan BUMN biasanya tidak hanya mengejar keuntungan semata, tapi juga menjalankan misi sosial dan pembangunan nasional,” jelas politisi PKB asal Kabupaten Situbondo.

Menurut Nasim Khan, fokusnya BUMN tidak selalu efisiensi maksimal seperti perusahaan swasta yang fokus utama mendapatkan profit sebanyak-banyaknya. “BUMN seringkali harus mematuhi prosedur dan aturan pemerintah yang cukup kompleks dan ketat, yang bisa memperlambat pengambilan keputusan dan menambah biaya operasional,” tuturnya.

Selain itu, Nasim Khan menilai bila BUMN yang dimiliki negara biasanya mendapat jaminan modal, kadang manajemennya kurang terdorong untuk menghemat biaya atau meningkatkan efisiensi. "Kita lihat BUMN biasanya dapat jaminan modal dan kadang manajemennya kurang terdorong untuk meningkatkan efisiensi seperti di perusahaan swasta yang sangat tergantung pada laba dan daya saing pasar," jelas Nasim Khan.

Baca Juga:
Penugasan Agrinas via Inpres Disorot, Akademisi Nilai Berpotensi Langgar Prinsip Pasal 33 UUD 1945

Tak hanya itu yang disampaikan wakil rakyat Dapil III Jawa Timur ini, tapi dia menyatakan bahwa BUMN harus menyesuaikan dengan kebijakan politik dan lain sebagainya. “Selain itu, mereka juga akan menjalankan proyek-proyek yang lebih berorientasi sosial, sehingga pengeluaran bisa jadi lebih besar tanpa melihat efisiensi bisnis," kata Nasim Khan.

Nasim Khan juga menyatakan bahwa struktur organisasi dan budaya kerja di BUMN kurang dinamis atau inovatif jika dibanding dengan perusahaan swasta yang kompetitif. “Solusi agar BUMN tidak boros maka BUMN perlu untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Semua pengeluaran harus dipublikasikan secara terbuka dan bisa diaudit secara independen. Ini bisa mengurangi korupsi dan pemborosan," tegas Nasim Khan.

Selain itu, sambung Nasim Khan, manajemen BUMN juga perlu didominasi oleh tenaga-tenaga profesional yang punya kompetensi bisnis, bukan hanya berdasarkan politik atau kedekatan dengan pejabat. "Supaya bisa menerapkan prinsip bisnis yang sehat, meski punya misi sosial, maka BUMN harus tetap menerapkan efisiensi, manajemen risiko, dan pengukuran kinerja layaknya perusahaan swasta," beber Nasim Khan.

Penggunaan teknologi untuk mempercepat proses dan meminimalisir pemborosan, kata Nasim Khan, harus dilaksanakan secara benar. “Misalnya pelaporan real-time juga perlu diterapkan. Dan hal yang tidak kalah pentingnya, yakni proyek harus dievaluasi secara ketat dari sisi manfaat ekonomi, bukan sekadar alasan politis. Jika tidak layak, lebih baik ditunda atau dibatalkan proyek tersebut,” saran Nasim Khan. (*)

Baca Juga:
Penugasan Agrinas Kelola Koperasi Merah Putih Tuai Sorotan, Potensi Langgar Konstitusi dan Aturan Lain

Baca Sebelumnya

Pengurus Baru DPD NasDem Kabupaten Malang Siap Kritik dan Kawal Program Pemkab

Baca Selanjutnya

Ketua Dekranasda Jatim Puji Wastra Batik Festival, Perkuat Bojonegoro Sentra Industri Batik

Tags:

Presiden Prabowo Sentil Kerja BUMN Lambat Nasim Khan Beberkan Solusinya Alasan

Berita lainnya oleh Heru Hartanto

Cegah Banjir di Situbondo, Camat Asembagus dan Warga Kompak Bebersih Selokan

18 April 2026 23:20

Cegah Banjir di Situbondo, Camat Asembagus dan Warga Kompak Bebersih Selokan

Cegah Penyelundupan BBM hingga Narkoba, Satpolairud Polres Situbondo Gencar Lakukan Patroli di Pelabuhan Tradisional

18 April 2026 15:27

Cegah Penyelundupan BBM hingga Narkoba, Satpolairud Polres Situbondo Gencar Lakukan Patroli di Pelabuhan Tradisional

Gerakan Indonesia Asri, Pemerintah Kecamatan Asembagus Bersihkan Sampah di Aliran Sungai

17 April 2026 13:13

Gerakan Indonesia Asri, Pemerintah Kecamatan Asembagus Bersihkan Sampah di Aliran Sungai

Sidang Perdana Kasus Solar Subsidi di Situbondo, Dua Terdakwa Terancam 9 Tahun Penjara

15 April 2026 12:12

Sidang Perdana Kasus Solar Subsidi di Situbondo, Dua Terdakwa Terancam 9 Tahun Penjara

Anggaran Berantas Plus Menipis, Ini Penjelasan Pj Sekda Situbondo

14 April 2026 13:25

Anggaran Berantas Plus Menipis, Ini Penjelasan Pj Sekda Situbondo

Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

13 April 2026 23:45

Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend