KETIK, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia selama tiga hari ke depan, mulai 20 hingga 22 Agustus 2026.
Dalam rilisnya, BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang yang dapat terjadi di beberapa daerah.
Pada Kamis, 20 Agustus 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di wilayah Sumatera Utara dan Kalimantan Utara. Sementara itu, potensi hujan lebat hingga sangat lebat maupun ekstrem diprediksi nihil.
Meski demikian, BMKG memperkirakan adanya potensi angin kencang di sejumlah wilayah, meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, Papua Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
Memasuki Jumat, 21 Agustus 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Namun, potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem masih nihil pada periode tersebut.
Baca Juga:
Siap-Siap Payung! BMKG Prediksi Wilayah Ini Hujan Lebat Kamis 20 Agustus 2026Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi angin kencang yang diperkirakan melanda sejumlah daerah, yakni Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku, Maluku Utara, NTT, Papua, Papua Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
Sementara itu, pada Sabtu, 22 Agustus 2026, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Sumatera Utara, Kalimantan Utara, dan Papua. Adapun hujan sangat lebat hingga ekstrem diprediksi tidak terjadi.
Namun, potensi angin kencang masih menjadi perhatian BMKG pada hari tersebut. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Maluku Utara, NTT, Papua Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca, seperti pohon tumbang, gangguan transportasi, gelombang tinggi, serta potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi akibat hujan lebat maupun angin kencang. (*)