KETIK, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan ketahanan pangan menjadi prioritas utama pemerintah dalam pidato penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Rapat Paripurna DPR RI, Rabu, 20 Mei 2026. Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan cadangan beras nasional saat ini mencapai lebih dari 5,3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Menurut Prabowo, peningkatan produksi pangan nasional membuat kapasitas gudang pemerintah tidak lagi mencukupi sehingga pemerintah harus menyewa gudang tambahan untuk menyimpan stok beras.

“Produksi kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Cadangan yang ada di gudang-gudang kita, di gudang pemerintah, [gudang] cadangannya tidak cukup. Kita harus sewa gudang-gudang lain. Kita sekarang punya cadangan sudah lebih dari 5,3 juta ton beras cadangan,” ujar Prabowo.

Presiden juga menyoroti kebijakan penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen yang dinilai membantu meningkatkan produktivitas pertanian dan meringankan beban petani.

“Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, harga pupuk kita turunkan 20 persen. Petani-petani kita sekarang bisa menikmati pupuk dengan jumlah yang cukup,” katanya.

Baca Juga:
Pidato di DPR, Presiden Prabowo Yakin Ekonomi Indonesia Melesat hingga 6,5 Persen

Meski demikian, Prabowo meminta seluruh pihak ikut mengawasi distribusi pupuk subsidi agar tidak terjadi penyelewengan maupun penyelundupan ke wilayah lain.

Pidato tersebut disampaikan Presiden dalam Rapat Paripurna DPR RI yang dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah sebagai dasar penyusunan RAPBN Tahun Anggaran 2027.

Selain sektor pangan, Presiden juga menekankan pentingnya industrialisasi dan hilirisasi nasional untuk memperkuat kemandirian ekonomi Indonesia. Pemerintah, kata Prabowo, ingin mendorong industri dalam negeri agar tidak terus bergantung pada produk impor.

“Kita harus bikin mobil kita sendiri. Kita harus bikin motor kita sendiri. Kita harus bikin televisi, komputer, handphone kita sendiri. Kita tidak boleh hanya jadi pasar untuk bangsa lain,” tegasnya.

Baca Juga:
Hemat Anggaran, Presiden Prabowo Pangkas Dana Makan Bergizi Gratis Jadi Rp268 Triliun

Prabowo juga menyinggung pembentukan dana kedaulatan nasional Danantara yang disebut akan mempercepat pembiayaan pembangunan dan investasi nasional. Pemerintah mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 turut membuka sekitar 2,7 juta lapangan kerja baru.

Di bidang sosial, Presiden menyampaikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah menjangkau 62,4 juta penerima setiap hari, termasuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Makan bergizi gratis sekarang sudah dinikmati oleh 62,4 juta penerima setiap hari,” ujarnya. (*)