KETIK, BLITAR – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Blitar menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) X di kantor DPC PPP Kota Blitar, Minggu, 19 April 2026.
Agenda ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan baru sekaligus memperkuat strategi menghadapi Pemilu 2029.
Wakil Ketua DPW PPP Jawa Timur, Drs HA. Muhith Effendi, menilai pelaksanaan muscab kali ini mencerminkan kesiapan organisasi yang semakin matang. Ia menyebut, berbagai indikator menunjukkan PPP Kota Blitar memiliki potensi berkembang signifikan.
“Melihat jalannya muscab, PPP Kota Blitar ini sangat prospektif. Kesiapan kader, struktur organisasi, hingga pelaksanaan kegiatan sudah menunjukkan kualitas yang baik,” ujar Muhith.
Baca Juga:
Kopassus Rayakan HUT ke-74 di Blitar, Tegaskan Peran “Garda Senyap” Jaga NKRIMenurutnya, fondasi yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya menjadi modal kuat bagi kepemimpinan selanjutnya. Ia optimistis, keberlanjutan program dan soliditas internal akan menjadi kunci peningkatan performa politik partai.
“Struktur sudah tertata rapi. Siapapun pemimpin berikutnya tinggal melanjutkan dan menyesuaikan dengan kondisi daerah. Ini yang membuat kami optimistis,” jelasnya.
Tak hanya itu, Muhith juga menegaskan bahwa PPP Kota Blitar berpeluang menjadi salah satu kekuatan politik yang diperhitungkan di Jawa Timur. Dengan kekompakan kader yang terus terjaga, target peningkatan kursi legislatif dinilai realistis.
“Kami menargetkan pada Pemilu 2029 bisa meraih enam kursi. Kalau itu tercapai, peluang untuk ikut dalam kontestasi kepemimpinan daerah, minimal posisi wakil, tentu sangat terbuka,” tegasnya.
Baca Juga:
Percasi Kota Blitar Tetap Bergerak di Tengah Mandeknya Dana PembinaanSementara itu, Ketua DPC PPP Kota Blitar yang hari ini didemisioner karena telah habis masa jabatannya, Agus Zunaidi, memastikan dirinya tidak akan kembali maju dalam bursa kepemimpinan. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk komitmen terhadap regenerasi di tubuh partai.
“Saya sudah menjabat tiga kali, meskipun sempat mendapat diskresi. Untuk periode berikutnya, saya memilih memberi ruang bagi kader yang lebih muda,” kata Agus.
Ia menambahkan, Muscab X kali ini masih berada pada tahap penentuan formatur yang nantinya akan menyusun kepengurusan baru, termasuk menetapkan ketua DPC PPP Kota Blitar selanjutnya.
“Hari ini fokus pada pemilihan formatur. Untuk ketua definitif, nanti akan ditentukan. Insyaallah mengarah ke Pak Nuhan,” pungkasnya.
Melalui Muscab X ini, PPP Kota Blitar menegaskan komitmennya untuk melakukan pembaruan internal tanpa meninggalkan kesinambungan organisasi, sekaligus menatap peluang lebih besar dalam kontestasi politik mendatang.(*)