KETIK, SURABAYA – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenhaj RI) Jawa Timur membongkar modus operandi 18 Jemaah Calon Haji (JCH) yang mencoba berangkat ke Tanah Suci melalui jalur non-prosedural.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As'adul Anam membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia membeberkan pihaknya bersama dengan tim Polda Jatim, Imigrasi, Bea Cukai, dan tim terkait sudah mengamankan 18 JCH tersebut.
"Jadi saat ini sudah dibentuk satgas dan Jawa Timur juga sudah dilibatkan (Ditreskrimsus Polda Jatim) yang lead sector-nya. Serta ada juga dari Imigrasi, Bea Cukai dan pihak bandara," katanya saat ditemui media di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Senin, 18 Mei 2026.
Ia mengapresiasi langkah cepat dari sejumlah pihak berhasil mengetahui adanya 18 JCH non-prosedural yang hendak berangkat menunaikan ibadah haji, namun tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.
"Saya terima kasih tentunya ini dalam rangka bagaimana mengamankan masyarakat Indonesia yang kan berangkat dengan menggunakan kuota haji non-prosedural. Jadi bukan kami menghambat mereka, tapi mengamankan mereka. Kenapa? Karena layanan di sana tidak jelas," ungkapnya.
Baca Juga:
Ini Identitas 13 Jemaah Embarkasi Surabaya Alami Tunda Keberangkatan ke Tanah SuciAs'adul Anam melanjutkan, ke-18 JCH yang diketahui berangkat ke Tanah Suci melalui jalur non-prosedural itu diketahui setelah dicurigai pihak Imigrasi bandara. Modusnya, mereka hendak bekerja di luar negeri.
"Modus mereka menjadi pekerja migran di Arab Saudi. Nah, setelah dalami ternyata memang mereka ingin berhaji. Mereka berangkatnya tidak langsung, tapi transit dulu, ke Malaysia, Singapura baru kemudian ke Arab Saudi," tuturnya.
Modus JCH non-prosedural yang hendak berangkat haji kata As'adul Anam tidak hanya dari Jawa Timur aja, melainkan dari beberapa daerah lain di Indonesia.
"Jadi setelah melalui pendalaman itu banyak seperti ini, ada di Batam, Jakarta dan baru kali ini di Surabaya," ungkapnya.
Baca Juga:
Turut Berduka! Ini Identitas 10 Jemaah Haji asal Embarkasi Surabaya WafatLebih lanjut, modus operandi lainnya dari 18 JCH non-prosedural ini berangkat melalui perorangan yang diduga sebelumnya sudah mengetahui kondisi di Arab Saudi, sehingga akhirnya mengajak jemaah lain.
"Ini bukan haji khusus, memang haji non-prosedural. Enggak ada hubungannya dengan haji khusus," tegasnya. (*)