PPDB SD SMP Surabaya, Komisi D Ingatkan Masalah Tahun Lalu Tak Boleh Terulang

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: M. Rifat

1 Mei 2024 00:03

Thumbnail PPDB SD SMP Surabaya, Komisi D Ingatkan Masalah Tahun Lalu Tak Boleh Terulang
Ketua Komisi D Khusnul Khotimah. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah berharap, dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 untuk SD dan SMP di wilayah Surabaya, catatan-catatan seperti tahun sebelumnya diharapkan tidak terulang kembali.

Menurutnya, catatan PPDB tahun-tahun sebelumnya harus dijadikan pelecut oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk melakukan  perbaikan PPDB setiap tahunnya.

"Termasuk tahun ini kita berharap hal-hal yang menjadi catatan di tahun sebelumnya jangan sampai  terjadi lagi," ucapnya, Selasa (30/4/2024).

Ia menjelaskan, jika aturan PPDB tidak berubah dan tetap mengaju pada Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021. Hanya saja dalam hal ini, Khusnul menyebut jika Dispendik Surabaya melakukan beberapa modifikasi.

Baca Juga:
DPRD Surabaya Sarankan Tutup Titik Parkir Tak Berlakukan Sistem Digitalisasi

Menurutnya, Dispendik melakukan modifikasi agar kemudian masyarakat bisa merasakan yang sama. Baik itu di kelurahan yang sama, kecamatan yang sama, jadi memiliki hak yang sama.

"Memang itu tidak mudah, ini semua paralel, termasuk merubah mindset masyarakat terkait negeri minded itu kan kurang pas. Karena pemkot itu sangat instens untuk bersama dengan kita, bagaimana kemudian kualitas pendidikan itu sama baik negeri atau swasta," jelasnya.

Foto Hiring Dispendik Surabaya dengan Komisi D DPRD Surabaya. (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)Hiring Dispendik Surabaya dengan Komisi D DPRD Surabaya (30/4/2024). (Foto: Shinta Miranda/Ketik.co.id)

Khusnul juga berharap kasus-kasus terkait penarikan siswa tidak lagi terjadi. Untuk itu, ia memberikan masukkan agar Dispendik melakukan koordinasi dengan sekolah swasta.

Baca Juga:
Dari Pebisnis ke Politisi, Kepercayaan Mengantar Asmualik ke DPRD Kota Malang

Khusnul menjabarkan jadi kalau ada wali murid yang ambil formulir itu jangan langsung dimasukkan Dapodik. "Jadi kan terdaftar. Dan bisa jadi anak itu daftar lewat jalur prestasi di sekolah negeri," ucapnya.

"Nah, itu kan nunggu skoring dan keputusan. Sehingga ketika sudah ditulis dan qodarullah dia diterima, otomatis dia memilih sekolah yang ia cita-citakan. Kemudian diasumsikan banyak yang cabut berkas. Itu harus dilakukan koordinasi. Itu banya miss-nya disana," tutur Ketua Komisi D ini.

Terakhir, Khusnul juga meminta agar Dispendik Surabaya memperhatikan betul terkait sistem skoring untuk prestasi non akademik.

"Tolong dipastikan betul. Lebih baik dijelaskan gamblang di depan. Kalau tahun lalu masalahnya ada wali murid yang skoring anaknya tinggi, tapi tidak masuk. Lalu ada mereka yang di bawah anaknya masuk. Jadi jangan sampai itu terjad lagi," pungkas Politisi PDIP ini.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Yusuf Masruh menjelaskan dirinya masih menata model sistemnya, karena akan berpegang pada Kementerian Pendidikan.

"Saat ini tetap ada 4 jalur, afirmasi 15 persen, perpindahan orang tua 5 persen dan prestasi 30, zonasi 50 persen," jelasnya.

Untuk jalur zonasi ada sedikit modifikasi dari Dispendik Surabaya, jumlah anak di setiap kecamatan akan dibagi jumlah kelurahan.

"Anak satu kecamatan punya sekolah negeri dia punya kesempatan makanya diikutkan zonasi. Dan presentasi kita alokasikan. Misal di tingkat kecamatan, 1 kecamatan ada empat kelurahan maka dibagi 4. Kelurahan dapat 4 persen, untuk daya tampung SMP negeri kira-kira 500 anak," pungkas Yusuf. (*)

Baca Sebelumnya

Lantik 377 PPPK, Kepala BKKBN Jabar Ingatkan Tantangan Kerja ke Depan Makin Berat

Baca Selanjutnya

Hari Pertama UTBK Unesa Diikuti 1.980 Peserta

Tags:

Komisi D DPRD Surabaya PPDB SD smp Khusnul Khotimah Yusuf Masruh Dispendik Surabaya

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar