KETIK, SURABAYA – Kesiapsiagaan warga harus terus digaungkan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya, wilayah Jawa Timur termasuk dalam jalur Sesar Kendang yang membentang dari barat hingga timur Pulau Jawa. Keberadaan sesar aktif memang berkaitan dengan potensi gempa, namun bukan berarti gempa akan terjadi dalam waktu dekat.
Jika guncangan yang terjadi melalui sesar itu sangat kuat ada bahaya lain yang perlu dikenali yaitu Likuefaksi dan Tsunami. Tetapi, jangan salah tangkap, gempa tidak otomatis diikuti keduanya. Sekarang, sebagai warga Surabaya harus kenali apa itu Likuefaksi dan Tsunami.
Likuefaksi adalah gejala dimana tanah bisa kehilangan kekuatannya akibat gempa yang kuat, sehingga, tanah bisa jadi lembek dan dan amblas sampai-sampai jadi bubur. Kalau tsunami terjadi jika gempa di dasar laut dapat menggerakkan lempeng. Jika lempeng itu tergeser, air laut pun ikut terdorong. Apalagi jika pergerakannya cukup besar itulah yang membuat tsunami bisa terjadi.
Tetapi, tidak semua wilayah di Surabaya punya kondisi yang sama. Surabaya Utara dan Timur terutama pesisir menjadi wilayah yang rawan terjadi gempa karena dekat dengan pantai dan lautan.
Jika kejadian dan ada guncangan, segera lakukan Drop-Cover-Hold On yaitu dengan lindungi kepala dan tubuh dari benda yang jatuh menggunakan benda di sekitar. Setelah guncangan berhenti, langsung cek kondisi sekitar, evakuasi dan ikuti informasi resmi dari sumber terpercaya seperti BMKG dan BPBD Surabaya.
Baca Juga:
Kenalkan Mitigasi Sejak Dini, BPBD Surabaya Genjot Program Sina-Sini ke Sekolah-SekolahGempa tidak bisa dijadwalkan, tapi bisa kenali risikonya agar tahu harus bagaimana dan lebih siap menghadapinya. Jadi, kenali risiko itu bukan bikin overthinking, itu namanya persiapan menghadapi bahaya. (*)