KETIK, HALMAHERA SELATAN – Penanganan tambang ilegal di Halmahera Selatan terus berjalan. Polres Halmahera Selatan memastikan komitmen itu tidak surut, baik lewat penindakan maupun pencegahan yang dilakukan langsung kepada masyarakat.
Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Halmahera Selatan, Ikram Tuatoy, S.H., mengatakan sosialisasi mengenai bahaya tambang ilegal dan dampak lingkungannya telah dilakukan secara intens. Langkah itu, kata dia, menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam menekan aktivitas PETI di daerah.
“Sosialisasi terkait bahaya tambang ilegal dan dampak lingkungan sudah intens kami lakukan, dan ini sudah menjadi komitmen kami,” ujar Ikram, Kamis 16 April 2026.
Selain pencegahan, proses hukum terhadap perkara yang sudah ditangani juga terus bergerak. Ikram menyebut, kasus tambang ilegal di Desa Manatahan, Pulau Obi, masih dalam proses dan kini memasuki tahap pelengkapan berkas sesuai petunjuk jaksa.
Baca Juga:
Nasyir Koda Ingin Bangunan Warga Halmahera Selatan Cepat Legal“Untuk kasus tambang ilegal di Desa Manatahan prosesnya sudah jalan, bahkan saat ini penyidik melengkapi berkas sesuai petunjuk dari jaksa,” katanya.
Ia menambahkan, petunjuk itu masih harus dipenuhi sebelum berkas perkara dinyatakan lengkap.
“Ada P19 atau petunjuk dari jaksa untuk dilengkapi, sebelum berkas perkara kasus tambang ilegal dinyatakan lengkap atau P21,” ujarnya.
Bagi polisi, tambang ilegal bukan perkara yang bisa dianggap ringan. Aktivitas itu dinilai membawa dampak serius terhadap lingkungan, dari rusaknya kawasan hutan hingga pencemaran air yang dapat berujung pada gangguan ekologis lebih luas.
Baca Juga:
Sianida di Halmahera Selatan Hanya Lewat Satu TanganDi titik itu, Polres Halmahera Selatan tidak hanya mengandalkan penindakan. Polisi juga mengajak masyarakat ikut menjaga wilayahnya dengan melaporkan setiap aktivitas tambang ilegal yang ditemukan.
“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah dan melaporkan aktivitas tambang ilegal. Partisipasi masyarakat kami nilai sangat penting guna menciptakan lingkungan yang aman dan tertib,” kata Ikram.
Menurut dia, dukungan warga sangat menentukan karena laporan dari lapangan akan membantu aparat bertindak lebih cepat.
“Dukungan masyarakat dengan cara melaporkan aktivitas tambang ilegal sangat penting, sehingga polisi dapat mengambil tindakan tegas,” ujarnya mengakhiri.