Polemik Utang Kereta Cepat Whoosh, Biaya Operasional Listrik PP Jakarta-Bandung Capai Rp20 Juta

Editor: Fisca Tanjung

15 Okt 2025 10:46

Thumbnail Polemik Utang Kereta Cepat Whoosh, Biaya Operasional Listrik PP Jakarta-Bandung Capai Rp20 Juta
Kereta Cepat Whoosh Jakarta Bandung. (Foto: Instagram @keretacepat_id)

KETIK, SURABAYA – Polemik proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) kembali menjadi sorotan publik, terutama setelah terungkap biaya operasional yang fantastis. Agus Pambagio, Analis Kebijakan Publik, membongkar fakta mengejutkan di balik proyek ambisius ini. Menurut Agus, ongkos listrik kereta per perjalanan bolak-balik bisa mencapai Rp20 juta, angka yang menurutnya sangat memberatkan jika tidak dikelola dengan baik.

Proyek yang nilainya mencapai Rp116 triliun ini awalnya digagas sebagai ambisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghadirkan transportasi berteknologi tinggi di Indonesia. Namun, menurut Agus, Jokowi saat itu mengabaikan peringatan dari dirinya dan mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan yang menilai proyek ini tidak layak secara finansial. "Pak Jokowi nggak mau dengar saya dan Pak Jonan. Ketika itu saya dan Pak Jonan sudah mengingatkan kalau proyek kereta cepat ini tidak visible," ujarnya dalam wawancara di kanal YouTube Dialog NTV Prime.

Biaya operasional menjadi salah satu persoalan utama. Agus menjelaskan, biaya listrik sekali jalan mencapai Rp9,5 juta, sehingga untuk perjalanan pulang-pergi hampir menyentuh Rp20 juta. Jika dikalikan frekuensi perjalanan dalam sehari maupun sebulan, angka ini menjadi sangat besar. Selain itu, pembayaran frekuensi Telkomsel senilai Rp1,3 triliun juga disebut Agus belum dibayarkan ke pemerintah, menambah kompleksitas masalah finansial proyek ini.

Menanggapi situasi ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan menolak membayar utang Whoosh menggunakan dana APBN, karena proyek ini merupakan murni kerja sama bisnis (Business to Business) antara Indonesia dan China. Menurutnya, kas negara tidak seharusnya menanggung risiko proyek bisnis bilateral.

Baca Juga:
Undang Ketum Parpol dan Mantan Presiden-Wapres, Prabowo Kembali Jelaskan Posisi dan Alasan Indonesia Gabung BoP

Agus pun mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera turun tangan. Ia menekankan perlunya memanggil seluruh pihak terkait, termasuk Jokowi dan mantan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, untuk menelusuri proses perundingan dengan China. "Panggil juga Pak Jokowi dengan Pak Luhut untuk membahas bagaimana ini. Proses waktu itu yang melakukan perundingan Pak Luhut dan tim. Nah, jadi dibahas baik-baiklah ini seperti apa supaya tidak mengurangi jatah masyarakat APBN-nya karena masyarakat bayar pajak," ujarnya.

Agus menceritakan kembali pertemuannya di Istana setelah Jonan dicopot dari jabatannya. Meski sudah diperingatkan tentang risiko biaya yang sangat tinggi, Jokowi tetap bersikeras proyek bisa direalisasikan dan menegaskan bahwa proyek ini merupakan idenya pribadi.

Kini, kekhawatiran Agus dan Jonan terbukti nyata. Selain utang pokok dan pembengkakan biaya (cost overrun) yang mencapai Rp116 triliun, masalah operasional yang tinggi semakin menambah kompleksitas. Agus menegaskan, satu-satunya jalan keluar dari kemelut ini adalah intervensi langsung Presiden Prabowo. "Mau tidak mau presiden harus turun tangan, panggil semua pihak terkait, dan putuskan," pungkasnya.

Baca Juga:
Bamsoet Launching Buku ‘Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung’
Baca Sebelumnya

Program Quick Wins Berhasil Turunkan Prevalensi Stunting Jawa Barat 15,9%

Baca Selanjutnya

Ketua DPC PKB Kabupaten Malang Kecam Tayangan Xpose Trans7

Tags:

kereta cepat woosh polemik kereta cepat Jokowi Menteri Purbaya agus pambagio analis kebijakan publik

Berita lainnya oleh Fisca Tanjung

Ahmad Sahroni Bongkar Modus Penipuan Catut KPK, Pelaku Minta Rp300 Juta Berakhir Ditangkap

11 April 2026 17:07

Ahmad Sahroni Bongkar Modus Penipuan Catut KPK, Pelaku Minta Rp300 Juta Berakhir Ditangkap

Ratusan Siswa MAN 2 Kota Malang Studi ke Senayan, Anggota DPR RI Cak Udin Kuatkan Edukasi Politik Kebangsaan

9 April 2026 19:56

Ratusan Siswa MAN 2 Kota Malang Studi ke Senayan, Anggota DPR RI Cak Udin Kuatkan Edukasi Politik Kebangsaan

Bukan Formalitas! Pengurus GAPEMBI Jatim Wajib Punya Dapur MBG dan Terdaftar di KADIN

9 April 2026 09:44

Bukan Formalitas! Pengurus GAPEMBI Jatim Wajib Punya Dapur MBG dan Terdaftar di KADIN

Tak Main-main, GAPEMBI Jatim Terapkan Standar Ketat untuk Dapur Makan Bergizi Gratis

9 April 2026 09:33

Tak Main-main, GAPEMBI Jatim Terapkan Standar Ketat untuk Dapur Makan Bergizi Gratis

Resmi Dilantik di Malang, GAPEMBI Jatim Siap Jadi Pilar Program Makan Bergizi Nasional

9 April 2026 09:14

Resmi Dilantik di Malang, GAPEMBI Jatim Siap Jadi Pilar Program Makan Bergizi Nasional

Daftar Lengkap Pengurus GAPEMBI Pusat hingga Daerah, Siap Kawal Program Gizi Nasional

6 April 2026 20:15

Daftar Lengkap Pengurus GAPEMBI Pusat hingga Daerah, Siap Kawal Program Gizi Nasional

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar