KETIK, TULUNGAGUNG – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin menghadiri sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sinergitas Jogo Tulungagung yang berlangsung di Kedai Sali, Desa Ngunggahan, Kecamatan Bandung, Sabtu 12 September 2026 mulai pukul 09.30 WIB.

Acara yang dihadiri oleh tokoh masyarakat serta elemen masyarakat Kecamatan Bandung tersebut bertujuan untuk memperkuat rasa kebersamaan, menjaga kondusivitas, serta menyelaraskan pemahaman masyarakat di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menekankan pentingnya respons positif masyarakat terhadap kemajuan teknologi tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan dan nilai-nilai keagamaan.

"Jangan sampai wilayah kita, lingkungan kita ini rusak. Karena perkembangan zaman dan situasi yang semakin maju dalam hal teknologi maupun pemahaman, kita harus meningkatkan serta mengimbangi hal tersebut. Kemajuan teknologi dengan kemajuan pemahaman harus kita seimbangkan agar tidak ketimpangan." ucap Ahmad Baharudin. 

"Kita tidak boleh mengerem atau menyetop perkembangan teknologi, tetapi kita harus menyikapi bagaimana perkembangan zaman tersebut secara bijak. Para tokoh di wilayah Bandung yang hadir di sini adalah sosok-sosok yang bisa mengendalikan dan mengarahkan masyarakat di wilayah masing-masing." ujarnya.

Baca Juga:
Peringati HAORNAS Ke-43, Plt. Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga Budaya Hidup dan Dorong Sport Tourism

"Maka dari itu, mari kita bersatu, bareng-bareng membentuk Jogo Tulungagung. Kalau tidak bareng-bareng, tentu ini tidak akan bisa maksimal dan tidak akan berhasil." tuturnya.

Masih menurutnya, manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna. Alam semesta diciptakan untuk kebutuhan dan kepentingan manusia. Namun, manusia juga memiliki aturan hidup, baik aturan agama maupun aturan pemerintah, yang mana aturan pemerintah dasarnya juga bersumber dari nilai-nilai agama.

Antara pemahaman agama dan pemahaman aturan pemerintah itu harus seimbang. Jangan sampai kita ahli memahami aturan pemerintah, tapi pemahaman agama dikesampingkan. 

Begitu juga adat istiadat atau kebiasaan di lingkungan kita, itu menguatkan keselarasan aturan tersebut.

Baca Juga:
MTQ XXXII Tulungagung Resmi Dibuka, 470 Peserta dari 19 Kecamatan Ikuti Perlombaan

"Alam semesta ini diciptakan untuk kita, maka mari kita jaga dan kita rawat bersama. Merawatnya bagaimana? Ya kita fungsikan sesuai dengan fungsinya. Alam sudah memberikan kehidupan bagi kita, maka kita harus hidup berdampingan dengan alam. Jangan sampai kita hanya mengambil hasilnya, tapi tidak mau merawatnya." tambahnya.

"Jika alam tidak dirawat, saat musim hujan tiba dan kita hanya mementingkan keuntungan semata, akibatnya terjadilah bencana di mana-mana. Jika ada musibah atau bencana, secara agama kita harus menyikapinya dengan sabar dan bersyukur, agar kehidupan kita tetap seimbang," tegasnya.

"Setelah kita memahami hubungan antara alam dan manusia, mari kita ciptakan hubungan yang harmonis antara manusia dengan manusia. Kita adalah makhluk sosial, kita harus berorganisasi dan berkumpul bersama untuk membangun daerah kita tercinta," pungkasnya

Kegiatan Sinergitas Jogo Tulungagung di Kedai Sali Ngunggahan ini berlangsung penuh kehangatan dan keakraban, serta ditutup dengan sesi diskusi dan ramah tamah bersama seluruh tokoh masyarakat yang hadir.

Selain Plt Bupati Tulungagung Kegiatan ini dihadiri dari Jajaran Forkopimcam Bandung, Camat Bandung Chanief Djatmiko Nugroho, Kapolsek, Danramil, Kepala Desa se-Kecamatan Bandung.(*)