KETIK, TRENGGALEK – Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Trenggalek harus bekerja ekstra keras dalam pemilu legislatif 2029, karena Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Jatim memasang target tinggi, yakni 16 kursi dewan atau naik tiga kursi dari target awal.
Demikian disampaikan Sukarodin, Ketua DPC PKB Trenggalek usai menggelar acara orientasi politik (Orpol) dan pengukuhan pengurus DPC PKB setempat di gedung Hotel Hayam Wuruk Trenggalek, Sabtu 24 Oktober 2026.
"Tadi ada amanat dari DPW PKB terkait perolehan kursi dewan pada Pemilu Legislatif 2029. Awalnya 13 kursi menjadi 16 kursi," ucapnya.
Sukarodin menyebut bahwa DPW ingin mengulang memori manis pada pada 1999 di mana PKB menjadi yang terbaik.
Sehingga ada beberap pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Antara lain dengan merapatkan barisan dan soliditas oleh pengurus DPC, DPAC, DPRT hingga tingkat anak ranting.
Baca Juga:
Pengurus DPC PKB Kota Malang Dilantik, Hikmah Bafaqih: Ikhtiar Pelayanan dengan Politik Kehadiran"Tentu saja harus ada satu komando dari tingkat atas hingga bawah," ujarnya.
Kemudian seluruh kader PKB harus menjadi agen perubahan dimana setiap hari Jumat ada kegiatan yang nanya "Hari Jumat Tanpa Sekat Rakyat Kita", yang merupakan salah cara untuk mengurai persoalan yang ada di Trenggalek.
"Mau tidak mau kita harus menjaga amanah dari DPW, tentu dengan kerja keras bersama," ungkapnya.
Ia mengakui jika target 16 kursi merupakan hal yang realistis asalkan semua pihak menyatukan barisan dan bekerja keras. Pendeknya, semua harus kompak dalam menjalankan amanah partai.
Baca Juga:
Galian Tanah Intiland di Jombang, Komisi B DPRD Minta Izin Diperiksa"Insyaallah 16 kursi sesuatu yang realistis," tandasnya.
Ketika disinggung terkait kader PKB yang akan bertarung di Pilkades 2027, politisi senior itu meminta kepada simpatisan untuk menjaga ketertiban dan kekompakan dan jangan sampai PKB menjadi sponsor atas gesekan-gesekan yang tidak jelas.
"Jadi para Cakades yang teraliviasi dengan PKB untuk berjuang sekuat tenaga dan tetap menjaga ketertiban. Kalau boleh jujur semua kades tidak ada yang anti PKB," tandasnya.
Ia mengakui jika sudah ada pemetaan di masing-masing ranting tapi berbeda-beda dan masing-masing desa tidak sama.
"Kami sudah menghitung di setiap desa. Kalau kader PKB tidak mungkin diberangkatkan untuk Pilkades maka PKB akan tetap berhitung. Kan partai lain pun akan demikian juga. Tak terkecuali PKB tidak boleh ketinggalan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim, Muhammad Ashari menyampaikan, jika pihaknya memang menaikan target perolehan kursi di Pemilu Legislatif untuk DPC PKB Trenggalek dari 13 kursi menjadi 16 kursi. Sekaligus sebagai langkah untuk mengulang kejayaan pada tahun 1999.
"Di Trenggalek itu PKB pernah menjadi yang terbaik, sehingga momentum 2029 bisa dijadikan pijakan untuk mengulang kemenangan pada tahun 1999," tuturnya.
Ia berharap setelah kepengurusan dikukuhkan, kerjanya harus lebih maksimal dan lebih masih. Tentu dengan menjaga kekompakan dan merapatkan barisan dengan satu komando.
"Saya optimis DPC PKB Trenggalek bisa merealisasikan target tersebut," pungkasnya (*)