KETIK, BOJONEGORO – Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) memperingati anniversary ke-28 dengan menggelar kegiatan di GOR Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Ketua Umum PJI Hartanto Bukhori menekankan pentingnya menjaga kekompakan anggota untuk memperkuat organisasi. Ia menyebut soliditas sebagai salah satu modal utama PJI dalam menjalankan program sekaligus menjaga keberlangsungan organisasi.
Menurut Hartanto, PJI tidak hanya menjadi wadah bagi wartawan dan jurnalis untuk berkumpul. Organisasi tersebut juga mendorong anggotanya untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jaringan, dan meningkatkan kemampuan jurnalistik.
Hartanto menjelaskan, PJI memiliki perjalanan panjang sejak berdiri di Surabaya pada 1998. Hingga kini, Surabaya, Jawa Timur, tetap menjadi pusat organisasi tersebut.
“PJI lahir di Surabaya tahun 1998 dan pusatnya saat itu di Surabaya. Sampai saat ini masih tetap berpusat di Surabaya,” kata Hartanto.
Baca Juga:
Kodim 0813 Bojonegoro Salurkan 200.000 Liter Air Bersih ke Desa Terdampak KekeringanSeiring perkembangannya, anggota PJI kini tersebar di sejumlah daerah di Indonesia. Namun, Hartanto mengatakan organisasi menerapkan proses selektif dalam pembentukan perwakilan di daerah.
Ia menjelaskan, PJI tidak memberikan mandat maupun surat keputusan (SK) pembentukan perwakilan secara sembarangan. Seleksi tersebut bertujuan menjaga kualitas organisasi serta memastikan setiap perwakilan menjalankan peran sesuai dengan tujuan PJI.
“Memang tidak mudah untuk membentuk perwakilan PJI karena PJI memang selektif. PJI tidak gampang-gampang memberikan perwakilan atau memberikan mandat atau SK untuk perwakilan di daerah,” jelasnya.
Dalam peringatan anniversary tersebut, Hartanto juga memberikan apresiasi kepada DPC PJI Bojonegoro. Ia menilai organisasi tingkat daerah itu aktif menjalankan berbagai program dan kegiatan.
Baca Juga:
Pemkab Bojonegoro Raih Peringkat Kedua Jamsostek Award Jawa Timur 2026“PJI DPC Bojonegoro yang terbaik, baik program-programnya, kegiatannya, keaktifannya. Saat ini saya nilai terbaik,” ujarnya.
Hartanto juga mengingatkan anggota agar menjadikan PJI sebagai ruang untuk meningkatkan kapasitas jurnalistik. Ia mendorong wartawan yang tergabung di dalamnya untuk terus mengasah kemampuan melalui interaksi dan pertukaran pengalaman.
“PJI adalah organisasi wartawan, organisasi jurnalis. Jadi tempat berkumpulnya para wartawan, para jurnalis untuk saling mengasah,” tuturnya.
Hartanto: PJI Besar karena Bersatu
Hartanto menilai keberagaman media yang tergabung dalam PJI bukan menjadi penghalang bagi organisasi untuk berkembang. Menurutnya, kekuatan PJI justru terletak pada kemampuan para anggota untuk membangun kebersamaan.
“Kami memang terdiri dari media-media yang mungkin tidak terlalu besar. Tapi kami menjadi besar karena kami bersatu,” katanya.
Ia menyebut kekompakan tersebut dapat terlihat ketika PJI menggerakkan anggotanya untuk melakukan publikasi secara bersama-sama. Hartanto mengungkapkan, organisasi tersebut pernah menggerakkan sekitar 550 media untuk mempublikasikan informasi secara serentak.
“Pernah sekaligus 550 media yang mempublikasikan. Di sinilah memang kekuatan PJI, kekompakan,” ungkapnya.
Karena itu, Hartanto meminta seluruh anggota PJI mempertahankan semangat kebersamaan tersebut. Ia mengingatkan agar soliditas yang selama ini menjadi kekuatan organisasi tidak melemah.
“Saya tekankan, kekompakan ini jangan sampai luntur,” tegas Hartanto.
PJI Bojonegoro Jalankan Program Sosial
Di sisi lain, Ketua PJI Bojonegoro menjelaskan bahwa organisasi tidak hanya menjalankan kegiatan yang berkaitan dengan jurnalistik. PJI Bojonegoro juga mengembangkan sejumlah program sosial untuk membantu masyarakat.
Salah satu program tersebut berupa pemasangan listrik gratis bagi warga yang membutuhkan. Program itu dilaksanakan secara berkala dengan menyasar dua penerima manfaat setiap tiga bulan.
“Setiap tiga bulan sekali, PJI Bojonegoro melakukan pemasangan listrik gratis untuk dua penerima manfaat,” ujarnya.
PJI Bojonegoro juga menyalurkan bantuan air bersih ketika masyarakat menghadapi kekeringan. Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang membutuhkan pasokan air bersih selama musim kemarau.
“Ketika musim kekeringan, PJI Bojonegoro juga menyalurkan air bersih kepada warga yang membutuhkan,” katanya.
Program sosial tersebut menjadi bagian dari upaya PJI Bojonegoro memperluas kontribusi organisasi di tengah masyarakat. Selain menjalankan fungsi jurnalistik, organisasi wartawan itu berupaya mengambil bagian dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan sosial.
Rangkaian anniversary ke-28 PJI di GOR Desa Ngumpakdalem juga diisi dengan pemberian apresiasi kepada sejumlah pihak yang dinilai berkontribusi terhadap perjalanan dan kegiatan organisasi.
Kegiatan tersebut mempertemukan jajaran PJI, insan pers, serta sejumlah pemangku kepentingan. Peringatan anniversary ke-28 sekaligus menjadi momentum bagi PJI untuk memperkuat silaturahmi, menjaga soliditas, dan mempertahankan semangat kebersamaan antaranggota.
Melalui penguatan organisasi dan program sosial, PJI Bojonegoro menunjukkan bahwa aktivitas organisasi wartawan tidak hanya berfokus pada kegiatan jurnalistik, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kontribusi sosial bagi masyarakat. (*)